Meneruskan Perjuangan RA Kartini dengan Melestarikan Permainan dan Olahraga Tradisional Nusantara

Ilustrasi: Reza Adjie Sukma

Perayaan Hari Kartini pada 21 April dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengenalkan kembali permainan dan olahraga tradisional nusantara pada generasi muda Indonesia sebagai upaya untuk melestarikan permainan dan olahraga tradisional. Pada peringatan 142 tahun kelahiran Raden Ajeng Kartini ini Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Jepara siap untuk melestarikan permainan dan olahraga tradisional Indonesia.

Menurut Ketua (KPOTI) Jepara Ahmad Kholik, selain berjasa di bidang pendidikan untuk wanita, RA Kartini juga memiliki andil dalam mengenalkan berbagai permainan tradisional saat itu. Adanya permainan itu dapat membuat muridnya riang gembira.

“Selain belajar, Raden Ajeng Kartini juga mengandalkan berbagai macam permainan kepada anak-anak saat itu” ujarnya.

Pihaknya yang merupakan KPOTI di bumi kelahiran Kartini berkomitmen untuk memajukan permainan dan olahraga tradisional di Jepara. Beliau juga menegaskan bahwa Jepara merupakan salah satu gudang permainan tradisional.

Asisten 1 Sekda Jepara Dwi Riyanto mengatakan bahwa ada beragam permainan tradisional yang dapat dijumpai, seperti egrang, engklek, gobak sodor, bentengan, lompat tali, hingga permainan kelereng. Namun, seiring perkembangan zaman, permainan yang sebenarnya menyenangkan dan mendidik banyak ditinggalkan generasi muda yang kini lebih memilih permainan pada gawai.

“Seiring perkembangan zaman, permainan yang sebernarnya menyenangkan dan mendidik, banyak ditinggalkan generasi muda. Sebagai penggantinya, teknologi canggih smartphone menjadi pegangan anak-anak untuk bermain,” ujarnya.

Dwi berharap adanya KPOTI Jepara ini mampu berkerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara untuk membudayakan kembali permainan dan olahraga tradisional yang dapat melatih semangat, sikap dispilin, dan sportivitas dari anak-anak.

Menurut Ketua Umum KPOTI M Zaini Alif, pelestarian permainan dan olahraga tradisional bukan hal yang mudah, dalam pelaksanaannya diperlukan perjuangan yang keras dan terus dilakukan.

“Permainan dan olahraga tradisional adalah bentuk implementasi budaya asli Bangsa Indonesia yang harus dipertahankan,” kata ketua umum KPOTI.

Beliau juga mengamati bahwa dari surat-surat RA Kartini, banyak sekali dijumpai kata bermain dan permainan. Sebanyak 30 kata bermain ditulis oleh Kartini. Hal itu menunjukkan perhatian yang diberikan oleh pahlawan emansipasi wanita itu terhadap kebebasan anak untuk beraktivitas, khususnya untuk bermain. Menurutnya, dengan bermain, anak akan diajarkan pendidikan dan dapat memperbaiki tingkah lakunya.

M Zaini juga berpikir bahwa Jepara bisa menjadi embrio dalam pelestarian permainan dan olahraga tradisional. Jepara sangat berpotensi untuk kembali mentransmisikan pendidikan pada abad 18 itu karena dengan bermain, anak bisa belajar pendidikan dan tingkah lakunya akan semakin baik. “Dengan bermain, anak diajari pendidikan, dengan bermain anak-anak diperbaiki tingkah lakunya.”

 

Sumber : jateng.inews.id , jatengprov.go.id

https://jateng.inews.id/berita/peringatan-hari-kartini-momentum-melestarikan-permainan-tradisional/all

Dilantik, KPOTI Jepara Siap Lestarikan Permainan Tradisional RA Kartini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.