Daftar Daerah yang Diperbolehkan Mudik Lokal Jelang Lebaran

Sumber: voi.id

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, memperbolehkan masyarakat untuk melakukan pergerakan antar-kota penyangga di masa Larangan Mudik Lebaran 2021, yakni pada 6-17 Mei 2021, dengan terlebih dahulu memeriksa tujuannya. Sama halnya seperti aturan mudik tahun 2020 lalu, aktivitas mudik yang tidak dilarang pemerintah adalah mudik lokal di wilayah aglomerasi. Artinya, tidak semua tujuan kota untuk mudik masyarakat diperbolehkan. Hal ini dikarenakan di kawasan aglomerasi terdapat mobilitas lintas daerah yang intesif, seperti untuk pekerjaan,perekonomian, dan sosial. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengingatkan aktivitas pada mudik lebaran tahun lalu menyebabkan lonjakan kasus positif Covid-19. Ia tak ingin hal serupa terulang pada mudik lebaran tahun ini

Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiayadi, menjelaskan bahwa beberapa daerah yang disebut wilayah algomerasi masih bisa melakukan kegiatan mudik lokal. Kebijakan berdasarkan penetapan wilayah aglomerasi tersebut hanya berlaku untuk transportasi darat. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Selain itu, ketentuan mudik lokal juga diatur dalam aturan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah dan Undang-Undang (UU) Nomor 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Aglomerasi merupakan kota atau kabupaten yang telah diperpanjang, terdiri dari pusat kota yang padat (umumnya kotamadya) dan kabupaten yang terhubung oleh daerah perkotaan yang berkesinambungan. Selain itu, aglomerasi terhubung dalam satu kawasan pertumbuhan strategis. Dalam kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan terdapat delapan wilayah aglomerasi. Adapun delapan wilayah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro)
  2. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek)
  3. Bandung Raya
  4. Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi
  5. Jogja Raya
  6. Solo Raya
  7. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila)
  8. Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros.

Khusus kawasan aglomerasi Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) yang hendak berangkat ke Jakarta wajib memiliki surat tugas dari kantor masing-masing untuk membedakan pelaku perjalanan yang hendak bekerja atau orang yang akan melakukan mudik lokal. Di luar delapan wilayah tersebut, beberapa wilayah dapat melakukan mudik lokal. Di antaranya adalah wilayah Nusa Tenggara Barat, masyaraktnya dapat melakukan mudik dari satu kota atau kabupaten ke daerah yang masih masuk wilayah NTB. Selain itu, pada Sumatera Barat dan Sumatera Selatan juga mengizinkan warga untuk mudik lokal tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menetapkan kriteria kesehatan bagi masyarakat yang hendak mudik sesuai ketentuan larangan.

Walaupun banyaknya daerah yang dapat mudik lokal, Doni Monardo selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap masyarakat dapat patuh untuk tidak mudik lokal serta pulang kampung sebagai salah satu upaya menekan potensi laju penyebaran virus corona di tengah keluarga karena fasilitas kesehatan di daerah tidak selengkap di pusat. Jika masyarakat tetap nekat melakukan mudik, upaya pengendalian pandemi Covid-19 akan sulit tercapai. Di samping itu, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen (Pol), Arief Sulistyanto menyebut polisi akan bertindak tegas kepada masyarakat yang melanggar peraturan larangan mudik. Pihak kepolisian akan memberhentikan pemudik dan melakukan tes Covid-19 dengan metode swab antigen atau GeNose C-19. Jika hasilnya positif, maka warga tersebut akan dikarantina, sementara jika hasilnya negatif, warga akan tetap diminta putar balik kembali ke kota tempat ia berangkat.

Sumber : merdeka.com,cnnindonesia.com,kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.