Ahli Ungkap 3 Sebab KRI Nanggala-402 Tenggelam 850 Meter

Kabar duka datang dari dunia militer Indonesia, kini Indonesia kehilangan prajurit terbaiknya setelah KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di laut utara Bali setelah dilakukan pencarian selama tiga hari. Lokasi tenggelamnya KRI Nanggala-402 diduga berada di palung berarus kencang.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebutkan bahwa tiga bagian kapal selam KRI Nanggala-402 ditemukan di utara perairan Bali pada Minggu (25/4). Yudo juga menyatakan bahwa analisis awal tenggelamnya kapal buatan Jerman tersebut lebih cenderung kepada faktor alam bukan karena faktor human error maupun black out atau mati listrik.

“Terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala-402 yang terbelah menjadi tiga bagian. Sangat kecil kemungkinan ABK bisa selamat dari kejadian tersebut. Berdasarkan bukti-bukti otentik pada kejadian ini kami menyatakan 53 personel yang onboard KRI Nanggala-402 telah gugur,” ujar Yudo pada konferensi pers pada Minggu (25/4).

Pakar Kapal Selam dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Wisnu Wardhana menjelaskan tiga faktor penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402 sedalam 850 meter di perairan laut utara Bali.

Wisnu Wardhana menjelaskan bahwa kapal tua buatan industri Howaldtswerke, Kiel, Jerman itu hanya memiliki usia sekitar 40 tahun dengan tahun pembuatan sekitar tahun 80-an, kapal tersebut didesain untuk dapat menyelam hanya sedalam 300 meter saja. Seiring bertambahnya usia kapal, kemampuan untuk menyelam tersebut akan terus berkurang. Pada kedalaman di luar ambang batas tersebut, struktur pelindung kapal atau pressure hull dapat hancur karena tekanan hidrostastik.

“Kalau tekanan terus memperbesar, maka pelindung kapal atau pressure hull kapal itu akan pecah. Kalau pecah, maka tekanan air dari luar langsung masuk menyerang manusia yang ada di dalamnya. Makanya, barang yang ada di dalam kapal tersebut akan keluar dan menunjukkan bahwa pressure hull kapal tersebut pecah,” ujar Wisnu.

Selain pecahnya struktur pelindung kapal, kedua faktor lainnya adalah tidak berfungsinya air ballastyang berfungsi untuk mengatur ketinggian penyelaman kapal dan tidak berfungsinya hydroplane atau sayap di bagian kapal sehingga menyebabkan pressure hull pecah pada kedalaman tekanan air yang besar.

Di samping itu, Wisnu juga menjelaskan bahwa di setiap kapal selam tidak ada alat atau teknologi yang merekam perjalanan dan percakapan di dalam kapal, seperti black box layaknya pada pesawat terbang. Identifikasi masalah dapat dilakukan jika bangkai kapal Nanggala-402 ditarik ke darat dan dicari penyebab peristiwa tersebut.

Sumber : https://editorial.idnpos.com/terbaru/ahli-ungkap-3-sebab-kri-nanggala-402-tenggelam-850-meter
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210427165019-199-635531/ahli-ungkap-3-sebab-kri-nanggala-402-tenggelam-850-meter
https://regional.kontan.co.id/news/ini-analisa-awal-tni-terkait-penyebab-tenggelamnya-kapal-selam-kri-nanggala-402?page=all
https://nasional.kontan.co.id/news/di-kedalaman-830-meter-kri-nanggala-402-terbelah-jadi-3-bagian
https://news.detik.com/berita/d-5545397/kri-nanggala-402-tenggelam-di-palung-laut-berarus-kencang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.