Pro Kontra Wacana Nadiem Mulai Sekolah Tatap Muka Mendatang

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, merencanakan untuk membuka sekolah dan kampus di seluruh daerah pada tahun ajaran baru Juli 2021, sesuai dengan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo.

“Target kita vaksinasi 5 juta lebih guru, tenaga pendidik, dan dosen selesai d
iakhir Juni sehingga di minggu kedua atau ketiga Juli tahun ajaran baru akan mulai. Semua sekolah seharusnya sudah melakukan tatap muka secara terbatas,” kata Nadiem melalui siaran langsung di Youtube, Senin (1/3/2021).

Di tengah angka kasus Covid-19 yang masih terus bertambah, pernyataan ini akhirnya menuai pro kontra. Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, menilai rencana Mendikbud Nadiem tidak memungkinkan jika negara mampu menyelesaikan vaksinasi terhadap lima juta guru, tenaga pendidik, dan dosen dalam waktu kurang lebih dalam empat bulan, ditambah lagi melihat bulan April hingga Mei sudah memasuki bulan puasa.

Dalam mempersiapkan pembukaan sekolah, ia meminta kepala sekolah mulai memaksimalkan pemakaian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk protokol kesehatan. Dikarenakan besaran dana BOS kini disesuaikan berdasarkan kebutuhan sekolah dan daerah, Nadiem menilai seharusnya dana BOS tersebut bisa digunakan untuk memastikan protokol kesehatan dapat terlaksana. Pihak Nadiem pun memastikan bantuan subsidi kuota tahun ini tidak akan dilanjutkan setelah Mei dengan harapan Tahun Ajaran 2021/2022 sudah dilakukan tatap muka.

Sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adissamito mengatakan pemerintah belum berubah pikiran terkait wacana pembukaan sekolah meskipun kasus mutasi Virus SARS-CoV-2 B117 baru ditemukan di Indonesia. Sementara itu, epidemiolog dari Universitas Indonesia, Hermawan Saputra, mengatakan pemerintah perlu mengevaluasi ulang wacana pembukaan sekolah dengan adanya mutasi virus tersebut dan memperingatkan agar Indonesia tidak jatuh ke jurang yang sama ketika meremehkan kasus Covid-19 di awal masa pandemi yang lalu.

Para orang tua juga khawatir mengenai pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan aman karena siswa belum bisa divaksin. Sementara itu, sejumlah kampus menyerukan agar mahasiswa mendapat prioritas vaksin sebelum melakukan pembelajaran tatap muka.

Sumber: cnnindonesia.com; liputan6.com; digtara.com; radiodelfm.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.