Karya Mawapres Utama UB Kembali Meraih Prestasi

Sumber: Tim AIRings

Pada 21 Oktober 2021, AIRings, alat pembersih udara dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya berhasil meraih juara runner up pada perlombaan PLN Innovation & Competition in Electicity dalam kategori Desain Peralatan Kelistrikan.

Tim AIRings yang diketuai dan dibimbing oleh Eka Maulana, ST., MT., M.Eng dan beranggotakan Ihza Aulia Rahman (Teknik Elektro 2018), Abdul Mudjib SW (Teknik Mesin 2018), Charis Maulana (Teknik Mesin 2019, ), dan Shafina Rifdhayanti Zein (Teknik Elektro 2019) ini berhasil membuat alat sterilisasi udara atau yang kerap disebut dengan air purifier. Air purifier konvensional hanya menyaring dan membersihkan udara. Namun inovasi yang dihasikan oleh tim AIRings ini juga mampu menyemburkan suatu kandungan ozon yang diklaim mampu mematikan virus yang berada di udara dan menempel pada permukaan benda padat.

Abdul Mudjib, perwakilan yang kami temui yang juga merupakan Mawapres Utama UB 2021 menjelaskan cara kerja AIRings.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menganjurkan masyarakat untuk berjemur di sinar matahari, karena didalamnya ada energi foton dari sinar UV. “Di matahari itu adalah UV A. Disinyalir bisa membunuh virus yang ada di pakaian. Dari situ akhirnya energi foton kita terapkan di alat kita. Disini kita menggunakan sinar jenis UV C, yang energinya lebih besar dari UV A.” jelasnya.

Kemenkes juga menganjurkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun dalam suasana pandemi Coronavirus Disease (COVID-19). “Sabun itu memanfaatkan oksidatif. Zat-zat yang berbahaya akan dioksidasi, dan bisa membunuh virus juga karena selubungnya akan rusak. Ozon sifatnya sama dengan sabun, bahkan melebihi sabun” Lanjutnya.

Target awal karya ini adalah untuk trasnportasi umum. Semakin berkembangnya zaman mobilitas manusia semakin meningkat dan yang sering terjadi pada trasnportasi umum adalah susanya untuk menjaga jarak. Dengan adanya alat ini tentunya diharapkan bisa mencegah persebaran virus COVID-19 pada mobilitas masyarakat.

Pada perlombaan PLN ICE 2021 ini AIRings berhasil bersaing dengan 412 tim, dan dalam proses selama kurang lebih enam bulan sejak April hingga Oktober 2021, berhasil membawa juara kedua. Hebatnya lagi peserta dari perlombaan ini bukan hanya mahasiswa. “Pada PLN ICE ini pesertanya bebas. Bahkan saat seleksi 3 besar kemarin terdapat tim yang beranggotakan profesor dari LIPI, dan mereka yang menjadi juara 1.” Ujar Abdul Mudjib. Menurutnya ini adalah pengalaman berkesan selama mengikuti perlombaan-perlombaan

Abdul Mudjib juga menjelaskan apabila alat ini dikomersilkan, akan menyentuh harga Rp 3 hingga Rp 4 juta per unit apabila diproduksi secara massal, “Apabila AIRings diproduksi satuan maka harganya bisa tiga kali lipat.” lanjutnya. Tetapi semua hak penjualan ada berada di tangan pihak PLN, karena sebelumnya terdapat kontrak dan pendanaan alat ini juga berasal dari PLN.

Penulis: Naufal Harda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.