Gempa 6,1 Skala Ritcher di Malang, BPBD Dirikan Dua Tenda Pengungsian

Pasca gempa magnitudo 6,1 skala ritcher yang mengguncang Malang, Sabtu (10/4) lalu, penanganan pada lokasi yang terdampak terus dilakukan. Salah satu bentuk penanganannya adalah pembangunan rumah sederhana. Diharapkan para pengungsi yang terdampak gempa bisa segera memiliki tempat tinggal layak. Rumah sederhana ini berukuran 4×6 m2 dengan biaya tiap rumah sebesar Rp25.000.000,00. Estimasi, dalam waktu yang tidak terlalu lama, pembangunan rumah sederhana tersebut akan rampung dengan melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Malang. Selain itu, disediakan juga pos komando (posko) untuk warga yang terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dan Kota mendirikan posko untuk melakukan penanganan secara efektif setelah gempa yang terjadi. Posko tersebut bertujuan untuk membantu pengelolaan pelayanan kepada warga terdampak, seperti dapur umum dan pengungsian. BPBD bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mengoperasionalkan dapur umum. Dapur umum ini digunakan untuk melayani warga yang mengungsi di Ampelgading, Kabupaten Malang dan Desa Kaliulung, Kabupaten Lumajang.

BPBD Provinsi Jatim dilaporkan juga telah mendorong logistik berupa beras, lauk pauk, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, mie instan, sembako lain, selimut, dan terpal. BPBD juga menyediakan hand-sanitizer dan masker kain sebagai upaya pencegahan COVID-19. Bantuan ini disalurkan secara bertahap hingga merata ke setiap wilayah terdampak. Hal ini dikarenakan daerah terdampak bencana yang sangat luas. Dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang, 29 di antaranya terdampak gempa. Penyaluran bantuan tersebut dibagi berdasarkan kategori kerusakan wilayah berat, sedang, hingga ringan.

Berdasarkan data terakhir pada Selasa (20/4), tercatat ada sembilan korban meninggal dunia dan 10.482 unit rumah rusak akibat gempa magnitudo 6,1 skala ritcher. Rinciannya, lima orang di Kabupaten Lumajang dan empat orang di Kabupaten Malang. Selain itu, juga tercatat korban luka-luka sejumlah 104 orang. Untuk dampak kerusakan, di sektor pemukiman tercatat di 16 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur. Dengan rincian, 1.888 rumah rusak berat, 4.104 rumah rusak sedang, dan 4490 rumah rusak ringan.

Sumber : cnnindonesia.com, kompas.tv, nusadaily.com, daerah.sindonews.com, jatim.inews.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.