Masih Maraknya Pelecehan Seksual di Industri Perfilman Indonesia

Pelecehan Seksual Pada Industri Perfilman Ilustrasi: Dinar Mega

Sering terjadi pelecehan seksual di lingkungan perfilman menjadi hal yang mengganjal di tengah kemajuan industri film di Indonesia. Bersamaan dengan peringatan Hari Film Nasional pada tanggal 30 Maret lalu, banyak pihak yang bersuara akan hal mengganjal tersebut, salah satunya adalah KitaBisa.

KitaBisa di momen Hari Film Nasional pada tahun 2021 ini kembali menggiatkan kampanye #KawanPuan, yaitu gerakan yang sudah berjalan sejak 16 November 2020. Gerakan ini merupakan gerakan solidaritas untuk membantu perempuan yang menjadi korban kekerasan dengan berkolaborasi bersama pengiat, komunitas, atau organisasi yang bergerak dalam membantu korban kekerasan. Melalui gerakan ini, setiap orang bisa membantu meringankan pemulihan atau advokasi untuk perempuan yang menjadi korban kekerasan.

Pada kanal Youtube, KitaBisa mengunggah video berjudul “Silenced”, yaitu animasi yang terinspirasi dari pengalaman kolektif korban-korban kekerasan industri film. Di mulai dengan adanya seorang wanita yang memiliki tiga hal yang menurutnya paling penting dalam perjalanan seorang aktor. Tiga hal tersebut adalah kerja keras, kesempatan, dan keberuntungan. Dalam video tersebut, wanita yang sebagai tokoh utama adalah seorang perempuan yang sedang melakukan shooting film pertamanya. Pengalaman tidak mengenakkan terjadi ketika tim shooting sedang mengadakan break, tokoh pria yang bermain dengannya dalam film tiba-tiba melakukan pelecehan seksual yang tentunya membuatnya tidak nyaman dan tertekan.

Setelah mengalami hal tersebut, dia memutuskan untuk bersuara kepada rekannya, tetapi malah mendapatkan komentar tidak menyenangkan dari sekitarnya. Pada video itu pula, dijelaskan kepada khalayak bahwa ada cara-cara yang bisa diambil untuk meminimalisasi adanya tindakan yang tidak diinginkan selama proses produksi sedang berlangsung.

Gina S. Noer, selaku penulis skenario, menjelaskan bahwa adalah sebuah keharusan diadakan pasal pelecehan dan bullying dalam kontrak kerja. Juga perlu adanya edukasi kepada tim produksi mengenai definisi pelecehan seksual dan bullying, bahkan bukan hanya itu, produser harus menyediakan hotline untuk melaporkan pengaduan apabila hal-hal yang tidak diinginkan dialami oleh para pekerjanya. Terakhir, dijelaskan bahwa dengan penandatanganan Pakta Integritas bisa membuat lingkungan kerja yang nyaman serta bebas dari kekerasan.

Penulis mengakhiri pernyataannya dengan menjelaskan bahwa adanya kekerasan seksual ini bukan hanya terjadi di industri film, tetapi perlu dicegah di semua lini perindustrian. “Korban berhak untuk didengar, baik di industri film maupun industri lainnya”, tutur Gina.

KitaBisa juga memiliki harapan besar melalui gerakan ini, “Melalui video ini kami ingin mengajak agar lebih banyak orang yang sadar akan masalah pelecehan yang masih sering terjadi baik di industri film maupun di industri lainnya sehingga ada upaya untuk melakukan pencegahan agar tercipta lingkungan kerja yang aman bagi semua orang.” Dan melalui situs webnya, KitaBisa membuka donasi #KawanPuan. Donasi ini adalah donasi untuk membantu para korban kekerasan. Kampanye ini tidak memiliki batas waktu sehingga disebut dengan biaya abadi.

 

https://www.youtube.com/watch?v=SqWi92lZPGM

https://kitabisa.com/campaign/kawanpuan

https://www.solotrust.com/read/35929/Kala-Pekerja-Film-Tolak-Pelecehan-Seksual-Saat-Proses-Produksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.