Biang Kerok Merebaknya Kasus Rasisme Anti-Asia di AS

Demonstrasi Anti Asia di Amerika Sumber: blog.google

Kejahatan rasial terhadap orang Asia dan keturunannya meningkat tajam di Amerika Serikat (AS) sejak dilaporkan wabah COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok. Hal ini disebabkan AS adalah negara yang paling parah dihantam pandemi. Berdasarkan catatan Worldometer, jumlah pasien positif corona di Negeri Paman Sam per 23 Maret 2021 adalah 30.580.072 orang. Sikap mantan presiden Donald Trump yang berkuasa saat itu, bahkan menyebutnya virus China, juga meningkatkan rasisme orang Asia di Negeri Paman Sam. Data Stop AAPI Hate, organisasi yang melacak insiden kebencian dan diskriminasi terhadap orang Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik, mencatat setidaknya ada 500 insiden dalam dua bulan pertama tahun ini. Jika dilihat setahun terakhir, tentu angkanya lebih besar, mencapai 3.795 keluhan.

Pada tanggal 16 Maret 2021, terjadi penembakan dan pembunuhan oleh warga Amerika terhadap delapan orang di area spa di Atlanta yang menjadi sorotan. Delapan orang tewas, enam di antaranya adalah wanita Asia, dan satu orang lainnya luka-luka. Seorang tersangka, Robert Aaron Long yang berusia 21 tahun, ditahan pada hari itu juga. Menurut polisi, Long mengatakan dia dimotivasi oleh kecanduan seksual yang bertentangan dengan keyakinan agamanya. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa hal ini merupakan kejahatan rasial dikarenakan etnis dari enam korban yang merupakan wanita Asia. Hal ini didukung dengan pengakuan seorang saksi mata yang menyatakan bahwa penembak berkata, “Saya akan membunuh semua orang Asia.”

Kasus kejahatan rasial juga berlanjut pada 21 Maret 2021, terjadinya pengeroyokan dua Warga Negara Indonesia (WNI) di sebuah stasiun daerah Philadelphia, AS oleh lima orang tak dikenal. Tindakan kekerasan tersebut diduga sebagai kekerasan berbasis rasisme. Kedua remaja tersebut sebelumnya melaporkan mereka sudah ditarget oleh kelompok pengeroyok karena motif ras. Pemerintah Indonesia KJRI kini tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat terkait tindak lanjut penanganan kasus tersebut. Sementara terkait dengan perkembangan situasi di Negeri Paman Sam, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York, AS, telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh WNI untuk selalu waspada dan meningkatkan kehati-hatian di tengah situasi yang memanas di AS. Jika mengalami insiden, WNI juga diminta segera melapor ke aparat keamanan setempat, atau ke pusat kontak perwakilan RI.

Dilansir dari The Washington Post, kasus rasisme terhadap Asia di Amerika Serikat sudah berlangsung semenjak  1700 tahun lalu, ketika para dokter Tiongkok membuat gambaran epidemiologis terperinci dari korban cacar sehingga melatarbelakangi munculnya gagasan rasis terhadap bangsa Asia khususnya ras China sebagai “ras kotor,” karena dianggap membawa penyakit mematikan. Hal ini diperparah dengan disahkannya Undang-Undang chinese exclution act pada tahun 1882 – 1943 yang melarang imigrasi buruh dari Tiongkok. Salah satu alasan lain dikarenakan kecemburuan terhadap orang Asia karena faktor ekonomi. Dikarenakan hal-hal tersebut, kontroversi stereotipe terhadap orang Asia di Amerika Serikat sering terjadi.

Kasus rasisme juga dialami oleh seorang pejabat pemerintah dan veteran AS yang memperlihatkan bekas lukanya saat berdinas dalam pertemuan dewan kota pada 23 Maret 2021 ketika serangan rasis terhadap warga Asia-Amerika meningkat. Lee Wong (69), Ketua Dewan Pengawas,  menunjukkan bekas luka di dadanya saat ia menyampaikan pidato dadakan tentang kekerasan terhadap orang Amerika keturunan Asia di West Chester Township, Ohio, “Saya ingin menunjukkan sesuatu pada Anda,” lanjut Wong dan empat anggota dewan lainnya memperhatikan  Wong saat melepas mantel jaketnya. ”Karena aku tidak takut, saya tidak harus hidup dalam ketakutan, intimidasi atau penghianatan,” pungkasnya. Kemudian, Wong menunjukkan bekas lukanya dan mengatakan bahwa luka yang ada di dadanya sebagai hasil pengabdian Wong di militer AS. Aksi yang dilakukan Wong ini telah dilihat lebih dari jutaan kali di Twitter, video ini muncul hanya dalam waktu satu minggu setelah kasus penembakan terjadi di tiga spa daerah Atlanta terjadi.

Sumber: dunia tempo.com,cnbcindonesia.com,pikiran-rakyat.com, Associated Press, politicio, history.com, mediaindonesia.com dan kxan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.