Bahaya Mikroplastik Mengintai Anda

Ukuran Mikroplastik di Sekitar Kita Sumber: lestari.biologi.ugm.ac.id

Indonesia salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia. Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, timbunan sampah di Indonesia tahun 2020 ditaksir sejumlah 67,8 juta ton. Jumlah yang tidak sedikit dengan berbagai macam jenis sampah. Salah satunya adalah sampah plastik yang perlu ratusan tahun terurai. Sampah plastik ini mudah sekali dihasilkan karena bahannya yang tipis, kuat, dan murah. Sangat membantu hidup manusia, tetapi plastik pula yang menyebabkan masalah di lingkungan sekitar.

Sampah plastik yang terbuang tidak pada tempatnya tetap akan mengurai menjadi ukuran-ukuran kecil. Untuk pecahan ukuran kecil, plastik yang kurang dari 5 milimeter disebut mikroplastik dan ada pula yang seukuran virus disebut nanoplastik.  Limbah plastik inilah yang mengintai dan berbahaya bagi manusia karena dapat masuk ke dalam tubuh. 

Mikroplastik sendiri terbagi menjadi dua menurut sumber limbahnya. Yang pertama, berasal dari sampah plastik besar yang hancur terurai di lautan, sungai, maupun tanah. Jangan sepelekan mikroplastik di dalam tanah. Karena air tanah bisa jadi membawa partikel kecil tersebut. Yang kedua, berasal dari produk kosmetik yang mengandung microbeads, sebagai contoh pada sabun pencuci muka yang ada bintik butiran halus.

Dampak mikroplastik ini jika masuk kedalam tubuh akan mengganggu sistem pencernaan maupun peredaran darah. Kita bisa membayangkan jika mikroplastik masuk ke dalam saluran pencernaan manusia, dapat mengendap di usus atau lambung. Mikroplastik ini mempunyai potensi merobek dinding saluran karena tidak bisa dicerna. Sedangkan pada sistem peredaran darah, mikroplastik ini bisa masuk ke dalam jantung dan akan berpotensi menyumbat pembuluh darah.

Ada beberapa langkah untuk mengurangi dampak mikroplastik ke tubuh kita yaitu:

  1. Mengurangi penggunaan plastik.
    Plastik yang kita hasilkan menjadi limbah sangat sepele penggunaannya. Mulai dari sedotan, kantong plastik, bungkus makanan, dan lain-lain. Untuk itu, perlu kesadaran mengganti pemakaian plastik tersebut. Semisal mulai membawa tas belanja yang terbuat dari kain agar bisa digunakan berulang kali. Lalu bisa juga membawa wadah makanan sendiri ketika membeli makanan serta lauk pauk.
  2. Mendorong pemerintah mengeluarkan regulasi dan edukasi kepada masyarakat
    Pemerintah mempunyai andil besar dalam memengaruhi kebiasaan masyarakat. Untuk itu, dapat dibuat regulasi berupa pengetatan penggunaan plastik pada kegiatan sehari-hari. Selain itu, edukasi bagi masyarakat terhadap bahaya mikroplastik diperlukan agar masyarakat tersadar dan mau melakukan langkah lebih dalam kebiasaan menghasilkan limbah plastik.
  3. Mengolah sampah yang kita hasilkan
    Sistem pengolahan sampah yang ada di masyarakat tidak efektif. Biasanya sampah yang ada ditumpuk menjadi satu dan diambil oleh tukang sampah untuk dibawa ke TPA. Ada pula yang langsung dibakar. Seharusnya sekarang masyarakat sudah mengenal pemisahan sampah sejak dari rumah hingga berakhir pada tempat pembuangan akhir (TPA). Pemilahan sampah bisa dibagi menjadi tiga, yaitu dari sampah organik, sampah plastik, dan sampah elektronik dan berbahaya (B3). Dengan terkumpulnya sampah-sampah sejenis, maka proses pengolahan sampah tingkat lanjut pada TPA akan lebih mudah.
  4. Mengikuti aksi peduli lingkungan
    Dengan mengikuti aksi peduli lingkungan berupa bersih-bersih ruang publik, dengan mudah sampah yang berserakan di sekitar kita bisa terkumpul dan tidak membahayakan masyarakat sekitar. Sebagai contoh, bersih-bersih pantai. Sampah yang ada di pantai akan terbawa arus menuju lautan dan ikan-ikan pun terkena efek dari polusi tersebut jika bebersih pantai tidak dilaksanakan. Alangkah lebih baik, pantai tersebut ditambah tong sampah yang mempunyai jenis sendiri-sendiri sesuai dengan produk limbahnya.

 

Ditulis oleh Annisa Cahyaning Jannah
Ditinjau oleh Samuella Natasha Tedjokusumo

Sumber:

https://theconversation.com/bahaya-mikroplastik-di-balik-konsumsi-harian-kita-101446

https://news.detik.com/berita/d-5046558/menteri-lhk-timbunan-sampah-di-indonesia-tahun-2020-capai-678-juta-ton

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.