Peringati Hari Kanker Sedunia, Pentingnya Mencegah Kanker Sejak Dini

Ilustrasi: Nabila Aisya Dirawidya

Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) diperingati setiap tanggal 4 Februari. Hari peringatan ini tentunya merupakan bentuk perhatian masyarakat bahwa penyakit kanker tidak boleh dianggap sepele sebab penyakit ini termasuk penyakit mematikan. Berdasarkan data, sebanyak 9,6 juta jiwa tercatat meninggal dunia setiap tahunnya akibat penyakit tersebut. Hal ini juga mengingatkan tentang dampak dan perlunya upaya dalam pencegahan kanker.

Sebuah organisasi kanker internasional terbesar dan tertua di dunia, Union for International Cancer Control (UICC), berinisiatif dalam mencetuskan Hari Kanker Sedunia untuk diperingati setiap tanggal 4 Februari. Hari Kanker Sedunia lahir pada 4 Februari 2000 dalam acara World Summit Against Cancer di Paris yang membahas pentingnya pencegahan kanker dan kesadaran masyarakat tentang penyakit ini.

Terdapat fakta yang sering terjadi di masyarakat tentang gejala kanker secara umum. Berdasarkan detikhealth, gejala yang pertama adalah berat badan yang turun secara drastis. Ciri yang kedua adalah terdapat benjolan yang biasanya muncul di berbagai tempat seperti payudara, perut, dan lainnya. Kemudian, gejala yang ketiga adalah adanya pendarahan pada bagian yang tidak lazim. Contohnya, bagi wanita yang belum memasuki masa menstruasi tetapi sudah mengalami haid. Gejala berikutnya yang umum terjadi adalah rasa nyeri yang menetap pada bagian tubuh tertentu. Gejala yang terakhir adalah mengalami rasa lelah dan lesu secara terus menerus.

Gejala yang sering terjadi tentunya dapat dicegah sejak dini. Dilansir dari kompas.com, ada beberapa tips untuk mencegah terjadinya penyakit kanker. Berikut tips tersebut.

  1. Membatasi konsumsi daging yang dimasak sangat matang atau dibakar
    Berdasarkan dr. Iskandar Junaidi pada buku Hidup Sehat Bebas Kanker (2014), tidak baik untuk konsumsi daging yang dimasak hingga gosong karena menghasilkan senyawa amino heterosiklik yang bersifat karsinogenik (penyebab kanker).
  1. Membatasi Konsumsi Lemak
    Diet rendah lemak dapat mencegah kanker. Jenis lemak yang dapat memicu kanker adalah lemak jenuh yang terdapat pada daging, mentega, susu full cream, dan asam lemak.
  1. Memperbanyak Konsumsi Sayuran dan Buah (Sumber Serat)
    Sayur dan buah banyak mengandung antioksidan seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin E yang dapat mencegah kerusakan sel penyebab kanker. Serat juga berfungsi sebagai pengikat kolesterol dan estrogen dalam pencernaan sehingga kadarnya akan berkurang dalam darah.
  1. Olahraga Teratur
    Rutin berolahraga akan menurunkan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga dapat mengurangi risiko kanker.
  1. Berhenti Merokok
    Merokok telah dikaitkan dengan berbagai jenis kanker seperti kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, pankreas, kandung kemih, leher rahim, dan ginjal. Dampak dari asap rokok juga dapat menyebabkan kanker. Maka dari itu, berhenti merokok dapat mengurangi resiko kanker.

 

Pada dasarnya setiap orang memiliki sel kanker di dalam tubuhnya. Selama sel tersebut masih dalam batas yang dapat ditoleransi oleh tubuh serta sel kekebalan tubuh dalam jumlah yang banyak dan kuat, maka sel kanker tidak akan berkembang menjadi penyakit kanker. Berdasarkan kompas health, terdapat 5 makanan yang harus diwaspadai karena berisiko penyakit kanker, makanan tersebut, yaitu:

  1. Daging
    Beberapa jenis daging yang berpotensi menimbulkan penyakit kanker antara lain daging merah, daging olahan, dan daging salmon ternak. Daging yang dipanggang memiliki risiko kanker yang tinggi karena meningkatkan kandungan heterocyclic aromatic mines (HAA) secara signifikan.
  1. Pemanis
    Makanan yang mengandung pemanis buatan juga kadar gula dalam minuman bersoda dapat memicu penyakit kanker. Gula atau pemanis merupakan makanan bagi sel kanker. Gula atau pemanis juga mampu melemahkan daya tahan tubuh sehingga tubuh akan mudah terserang penyakit.
  1. Olahan biji-bijian
    Biji-bijian yang telah diproses melalui penggilingan dapat memicu penyakit kanker. Pasalnya kandungan penting dalam biji telah dibuang dan sisanya hanya membebani tubuh. Olahan biji-bijian antara lain popcorndan kripik kentang.
  1. Minuman keras
    Minuman keras atau beralkohol dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit kanker, misalnya kanker mulut, kanker tenggorokan, dan kanker hati. Alkohol yang dikonsumsi berlebihan serta konsumsi tembakau dapat meningkatkan risiko kanker lebih tinggi.
  1. Beberapa jenis makanan
    Makanan kaleng serta makanan cepat saji dapat memicu berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Adapun contoh makanannya seperti sarden kaleng, tomat kaleng, burger, dll. Menghindari makanan kaleng dan makanan cepat saji tidak hanya mengurangi risiko kanker tapi juga penyakit lainnya seperti obesitas dan kolesterol.

 

Disunting dari: cnnindonesia.com, health.kompas.com, health.detik.com
Disunting oleh: Nabila Aisya Dirawidya dan Archika Natasya Safira
Ditinjau oleh: Samuella Natasha Tedjokusumo

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.