Slogan 4 Sehat 5 Sempurna Sudah Tidak Relevan

Kebutuhan gizi yang sehat, sudah tidak asing lagi untuk telinga kita kata slogan “4 sehat 5 sempurna” yang sering kita dengarkan sedari masa kecil kita. Slogan ini memuat standar makanan pokok yang harus tersedia sehari-hari. “4 sehat 5 sempurna” pertama kali dicetuskan oleh Bapak Prof. Poorwo Soedarmo pada tahun 1952. Beliau mengadaptasi slogan basic four atau basic five milik Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA).  Tapi tahukah kamu jika slogan itu telah berubah?

Pada tahun 2014, Menteri Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri dengan Nomor 41 Tahun 2014 yang berisikan tentang pedoman gizi seimbang. Dengan pedoman kesehatan yang baru ini tak hanya memperhatikan asupan gizi saja melainkan perilaku yang sehat. Dari kebutuhan gizi yang sehat menjadi kebiasaan hidup sehat.  Pedoman ini memuat 10 poin yang tidak hanya merekomendasikan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari seperti aktivitas fisik dan menjaga kebersihan, berikut poin-poin lengkapnya

  1. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok
    Makanan pokok merupakan sumber energi utama, untuk pemenuhan aktivitas. Bersyukur Indonesia mengenal tidak hanya nasi sebagai makanan pokok utama, tetapi ada roti, jagung, singkong, maupun tahu.
  2. Batasi konsumsi pangan manis, asin, dan berlemak
    Gula, garam, dan minyak tidak bisa lepas dari cita rasa masakan Indonesia. Tetapi dalam mengonsumsinya perlu ada batasan karena jika ditambahkan secara berlebihan dapat membuat kegemukan dan berbagai penyakit lain.
    Dalam piramida gizi dan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak Serta Pesan Kesehatan Pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, terdapat anjuran konsumsi gula, garam dan minyak.
    • Anjuran konsumsi gula /orang /hari adalah 10% dari total energi (200 kkal) atau setara dengan gula 4 sendok makan /orang /hari (50 gram/orang/hari).
    • Anjuran konsumsi garam adalah 2000 mg natrium atau setara dengan garam 1 sendok teh (sdt) /orang /hari (5 gram/orang/hari).
    • Anjuran konsumsi lemak /orang /hari adalah 20-25% dari total energi (702 kkal) atau setara dengan lemak 5 sendok makan/orang /hari (67 gram/orang/hari). Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal
  3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
    Selain makanan pokok, protein juga penting terutama dalam meningkatkan kekebalan tubuh serta untuk pembentukan hormon tubuh. Dengan manfaat tersebut, tubuh bisa melawan dan mematikan bakteri atau virus yang masuk ke tubuh oleh sel-sel antibodi.
  4. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
    Makan yang sehat akan percuma jika tidak dibarengi dengan kebersihan saat mengonsumsinya, terutama pada tangan. Karena tangan merupakan bagian tubuh yang paling mudah terekspos mikroorganisme yang secara tidak langsung pembawa penyakit ke dalam tubuh jika tidak dijaga kebersihannya. Pandemi covid ini selalu mengingatkan kita agar menjaga tangan tetap higienis dengan cara mencuci tangan dengan air di berbagai tempat.
  5. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal
    Berat badan ideal merupakan citra dari perilaku hidup sehat. Dengan berat badan ideal diharapkan dapat menghambat timbulnya penyakit yang mengendap dalam tubuh. Kalkulator BMI dapat membantu anda mengetahui berat badan ideal dengan membutuhkan tinggi badan.
  6. Biasakan sarapan pagi
    Pagi hari merupakan kunci, jika kita bisa memenangkan pagi hari kita dapat dengan mudah memenangkan hari tersebut dengan melakukan hal-hal yang produktif. Sarapan pagi adalah salah satu cara untuk memenangkan pagi. Dengan memberikan asupan pada pagi hari, tubuh kita mendapatkan energi lebih untuk melakukan kegiatan-kegiatan pada hari tersebut.
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
    Sebagian besar tubuh kita merupakan kandungan air. Dengan meminum air 8 gelas per hari atau setara dengan 2 Liter per hari dapat meningkatkan konsentrasi kita dalam melakukan suatu kegiatan. Selain itu, juga dapat menghindari dari kulit kering, lemas, dan pusing.
  8. Banyak makan buah dan sayur
    Buah dan sayur merupakan sumber vitamin, mineral, serat, dan nutrisi bagi tubuh kita. Dengan mengonsumsi buah dan sayur, kita dapat memenuhi kebutuhan gizi dan juga meningkatkan kekebalan tubuh.
  9. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
    Membaca label pada kemasan pangan merupakan perilaku yang sering sekali dihiraukan oleh sebagian banyak dari kita. Akan tetapi, dengan memperhatikan komposisi pada suatu makanan dapat menjaga kesehatan pada tubuh kita dengan memilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi.
  10. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
    Tidak hanya kebutuhan gizi tubuh dengan bersyukur atas makanan yang kita konsumsi kita telah memenuhi kebutuhan gizi spiritual. Bersyukur dan nikmati segala ragam makanan yang telah ditemukan oleh ahli masak karena dengan segala makanan yang telah ada, kita dapat menikmati kelezatan yang telah dipadukan dan menerima setiap perbedaan rasa pada setiap makanan.
Tumpeng Gizi Seimbang
Sumber: mediarepublica.co

Pola Makan dan Pandemi

Di masa pademi saat ini, kita harus mengikuti perilaku 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ketiga perilaku tersebut merupakan suatu kebiasaan yang dapat dilakukan sebagai perilaku preventif dari luar tubuh kita. Selain itu, imunitas yang baik juga menjadi benteng dalam tubuh kita untuk mencegah terpapar virus. Imunitas yang baik bisa didapatkan dengan aktivitas fisik dan juga menjaga pola makan. 

Menjaga pola makan yang teratur penting untuk dilakukan terutama pada pandemi saat ini. Makanan yang dikonsumsi harus bergizi agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi. Untuk itu, Menteri Kesehatan juga mempopulerkan slogan “Isi Piringku” sebagai acuan porsi sekali makan yang baik.

Slogan Isi Piringku
Sumber: Instagram p2ptmkemenkesRI

Bagaimana cara mahasiswa mengingat gizi selagi pada kost?

Berikut tips-tipsnya:

  • Mempunyai mindset bahwa kesehatan lebih penting daripada deadline tugas.
  • Membuat daftar menu sehat yang dimakan setiap harinya.
  • Install aplikasi pengingat minum dan makan pada telepon genggam.
  • Melakukan istirahat yang cukup.
  • Mencari tempat kost yang dekat dengan taman/ruang publik hijau agar bersemangat untuk olahraga.

Ditulis oleh Annisa Cahyaning Jannah dan Ahmad Jundullah Akbar

Ditinjau oleh Samuella Natasha Tedjokusumo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.