Diplomasi Indonesia di Tahun 2020 dan 2021

Iwet Ramadhan, pembaca acara resmi PPTM 2021
Sumber foto: Kanal YouTube MoFa Indonesia

Seperti tahun sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengadakan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) dengan mengusung tema Recover Together, Recover Stronger untuk tahun ini. Pada PPTM 2021, dipaparkan capaian diplomasi Indonesia selama pandemi dan prioritas diplomasi Indonesia di 2021. PPTM ini turut dimeriahkan dengan lomba, seperti Kompetisi Vlog, Lomba Narasi, Tulis Surat Untuk Ibu Menteri, Kuis ‘What The Minister Said’, dan Kompetisi Foto Mengabadikan Diplomasi. Acara ini dibawakan oleh Iwet Ramadhan sebagai pembawa acara resmi pada kanal YouTube MoFa Indonesia dan Ardhito Pramono sebagai bintang tamu. Acara ini juga bekerja sama dengan detikcom yang dibawakan oleh Abdur Arysad melalui Zoom Meetings dan microsite detikcom.

Seperti kita semua ketahui, tahun ini adalah kali pertama untuk PPTM diadakan secara virtual. Meskipun terhalang pandemi, acara ini dihadiri oleh 35 perguruan tinggi dan lebih dari 20000 peserta melalui berbagai media yang disediakan. Bersamaan dengan PPTM 2021, terlebih dahulu diumumkan pemenang dari Adam Malik Awards (AMA) 2021 dan Social Media Awards (SMA) 2021.

Adam Malik Awards 2021

Adam Malik Awards 2021
Sumber foto: Kanal YouTube MoFa Indonesia

Penghargaan ini diambil dari nama mantan wakil presiden dan menteri luar negeri, Adam Malik, yang juga merupaka jurnalis dan founder dari kantor berita nasional, Antara. Adam Malik melambangkan hubungan dekat antara diplomasi Indonesia dan media massa. Sebelum diumumkannya peraih penghargaan, terlebih dahulu dikenalkan Dewan Juri yang terdiri dari Ketua Dewan Pers, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika,  Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, dan Kepala Departemen Hubungan Internasional CSIS.

Dewan Juri Adam Malik Awards 2021
Sumber foto: Kanal YouTube MoFa Indonesia

Pengumuman peraih penghargaan AMA 2021 dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA (Ketua Dewan Pers) sebagai perwakilan dewan juri AMA 2021. AMA 2021 memberikan penghargaan untuk enam kategori dengan masing-masing memiliki tiga nominasi, yaitu Media Cetak Terbaik yang diraih oleh Kompas, Media Online Terbaik yang diraih oleh TribunNews.com, Media Televisi Terbaik yang diraih oleh MetroTV, Media Radio Terbaik yang diraih oleh smartfm, Jurnalis Media Cetak Terbaik yang diraih oleh Derry Sutardi – Radar Cirebon, dan Jurnalis Media Online Terbaik yang diraih oleh Marcheilla Ariesta – medcom.id. Kementerian Luar Negeri juga secara khusus memberikan apresiasi kepada Bapak Kornelius Purba – jurnalis senior TheJakartaPost – yang banyak memberikan pandangan mengenai politik luar negeri.

Sosial Media Awards 2021

Social Media Awards 2021 Dibacakan oleh Digi
Sumber foto: Kanal YouTube MoFa Indonesia

Dalam PPTM 2021 ini, diperkenalkan kembali suara kecerdasan artifisial milik Kementerian Luar Negeri yang bernama Digi, yang juga sudah pernah hadir dalam Regional Conference on Digital Diplomacy pada tahun 2019 dan Social Media Awards (SMA) 2020, untuk mengumumkan pemenang SMA 2021. SMA 2021 diberikan untuk KBRI atau KJRI berdasarkan pemanfaatan media sosial oleh perwakilan RI dan kepala perwakilan RI. SMA 2021 dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu Kelompok PRPB, Kelompok Perwakilan dengan Penduduk hingga 8 Juta, Kelompok Perwakilan dengan Penduduk 8 hingga 100 Juta, dan Kelompok Perwakilan dengan Penduduk di atas 100 Juta; dengan kategori, yaitu Most Active Mission, Most Engaging Mission, Best Use of Visual, dan Best Performance, serta Digital Head of Mission dan Best Growth.

Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2021

Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2021
Sumber foto: Kanal YouTube MoFa Indonesia

Setelah seluruh peraih penghargaan sudah dibacakan, Menteri Luar Negeri RI, Ibu Retno L.P. Marsudi membuka PPTM 2021 dengan terlebih dahulu menyampaikan harapan tahun baru. Beliau mengatakan meskipun 2020 adalah tahun yang berat untuk kita semua, tetapi kita tetap harus berikhtiar dan optimis untuk memasuki tahun 2021. Dari COVID-19 kita belajar bahwa kerjasama global adalah penting untuk memperkokoh infrastruktur dan tata kelola kesehatan, ketahanan ekonomi dunia, multilateralisme, dan mengesampingkan rivalitas. Agar dapat berkontribusi, diplomasi Indonesia dituntut untuk antisipatif, adaptif, dan agile. Selama pandemi, prioritas diplomasi melakukan pembaruan fokus pada perlindungan WNI, mendukung upaya mengatasi pandemi dalam kesahatan dan ekonomi, berkontribusi dalam perdamaian dan stabilitas dunia.

Selama tahun 2020, lebih dari 54000 kasus telah ditangani, yang artinya meningkat lebih dari 100% dibandingkan tahun sebelumnya; lebih dari 172000 WNI sudah direpatriasi; lebih dari setengah juta sembako telah diberikan; lebih dari 2400 WNI terpapar COVID-19 di luar negeri telah didampingi, 17 WNI telah dibebaskan dari hukuman mati, 4 sandera telah dibebaskan, dan 103,8 miliar rupiah hak finansial WNI/PMI telah diperjuangkan.

Dokumentasi Diplomasi Indonesia pada Tahun 2020
Sumber foto: Kanal YouTube MoFa Indonesia

Ibu Menlu juga mengatakan atas inisiatif Indonesia dengan dukungan 71 negara anggota PBB pada 1 Desember 2020, Sidang Majelis Umum PBB secara konsensus telah mengesahkan resolusi mengenai anak buah kapal di masa pandemi. Diplomasi juga turut bergerak mendukung ketahanan dan kemandirian nasional di bidang kesehatan sehingga sejumlah perusahaan di Indonesia berhasil meraih sertifikasi ISO 16603 dan ISO 16604 untuk bahan APD agar Indonesia dapat menjadi pemasok APD dunia; juga agar Indonesia dapat membangun kemandirian nasional untuk bahan baku obat; serta untuk vaksin, diplomasi meratakan jalan dan membuka akses komitmen kerjasama dengan berbagai pihak melalui platform bilateral maupun multilateral. Indonesia juga mendorong terbentuknya mekanisme ketahanan dan kesiapsediaan kawasan global untuk menghadapi pandemi melalui kesepakatan ASEAN mengenai mekanisme ketahanan kesehatan kawasan, mendorong reformasi WHO untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan global, dan tiga resolusi terkait kesehatan dan pandemi di PBB yang diinisiasi oleh Indonesia.

Dalam kontribusi ekonomi, diplomasi telah melakukan sebelas kontribusi, antara lain melalui TCA; mendukung persiapan pembukaan kembali wisata Indonesia dengan dukungan UNWTO; perluasan akses pasar dan integrasi ekonomi kawasan melalui IA-CEPA, RCEP, Indonesia-EFTA CEPA, IK-CEPA, dan MoU untuk mengatasi implementasi dari NTM untuk Essential Goods in the Hanoi Plan of Action; memfasilitasi realisasi investasi; memperkuat jaringan untuk menarik investasi melalui WEF Country Strategic Dialogue on Indonesia; menjaga dan memperdalam pasar Indonesia melalui GSP Facility dari pemerintah AS; memperluas pasar non-tradisional Indonesia di Kawasan Amerika Latin dan Karibia melalui 2nd INA-LAC Forum; berkontribusi dalam penyusunan visi baru APEC untuk 20 tahun mendatang; menarik dan mempromosikan investasi ke Indonesia yang semakin kondusif dengan berlakunya UU Cipta Kerja; menangani diskriminasi terhadap kelapa sawit melalui pembentukan Joint Working Group on All Vegetable Oils antara ASEAN-EU dan menggalang solidaritas negara produsen sawit; memastikan keberlangsungan layanan komunikasi dan penguatan teknologi digital.

Karakter utama diplomasi Indonesia adalah menjembatani berbagai perbedaan dan menjadi bagian dari solusi. Di ASEAN, Indonesia berupaya menjaga kesatuan dan sentralitas dan atas inisiatif Indonesia pula, ASEAN kembali menegaskan prinsip Zone of Peace, Freedom and Neutrality dan Treaty of Amity and Cooperation yang tertuang dalam pernyataan para menteri luar negeri ASEAN pada 8 Agustus 2020. Dalam isu menjaga perdamaian, Indonesia merupakan negara nomor 8 penyumbang penjaga perdamaian di dunia dengan 2828 petugas yang 163 di antaranya adalah wanita untuk 8 misi PBB. Indonesia juga menginisiasi resolusi pada Majelis Umum PBB mengenai ekonomi kreatif dan menjadikan tahun 2021 menjadi Tahun Internasional Ekonomi Kreatif Bagi Pembangunan Berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2020, isu perempuan terus berada dalam arus utama diplomasi Indonesia, seperti bersama Australia menginisiasi Joint Statement on Family Violence pada sesi Dewan HAM PBB September 2020, penguatan peran perempuan dalam mitigasi pandemi dan pemulihan ekonomi, pembentukan Afghanistan Indonesia Women Solidarity Network, dan pembentukan Southeast Asian Network of Women Peace Negotiators and Mediators.

“Investing in Women means Investing in Peace”

Dengan tema “Investing in Peace and Sustaining Peace”, Indonesia memperkokoh karakter dan kepemimpinan dengan mengedepankan kemanusiaan, bridge builder, dan inklusivitas dan transparansi.

Pada kesempatan ini, ibu Menlu juga mengklarifikasi berita hubungan diplomatik dengan Israel bahwa hingga saat ini tidak ada niatan Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, Indonesia akan memberi dukungan terhadap Palestina berdasar pada Two-state Solution UN Security Council Resolutions dan parameter internasional yang telah disepakati. Presiden Joko Widodo pada 16 Desember 2020 melalui sambungan telepon dengan Presiden Abbas juga menyatakan bahwa Indonesia tidak memiliki intensitas untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel secara langsung.

Indonesia juga turut aktif dan hadir untuk perundingan damai dalam isu Afganistan. Bersama dengan negara Quint (Jerman, Indonesia, Norwegia, Qatar, dan Uzbekistan), Indonesia terus mendukung jalannya perundingan damai di Doha dan bekerjasama serta kolaborasi dengan AS. Bersama Jerman, Indonesia mengesahkan dua resolusi UNAMA. Atas dasar kemanusiaan, Indonesia juga telah menampung sementara 396 pengungsi Rohingnya. Dalam isu demokrasi, Indonesia juga turut aktif seperti pada 13th Bali Democracy Forum (BDF) dan menjadi anggota Dewan HAM untuk mengusung hak pekerja kaum muda serta penguatan kerjasama teknis dan pemajuan HAM. Diplomasi juga terus berusaha menjaga kedaulatan NKRI dengan perundingan perbatasan yang terus dilakukan dalam satu tahun terakhir dengan Vietnam, Malaysia, dan Palau. Kerjasama terus digalangkan dan memberikan kontribusi melalui Indonesia AID untuk Fiji, Solomon Islands, dan Timor Leste.

Di tahun 2021, diharapkan ketersediaan vaksin menimbulkan optimism baru, memungkinkan kegiatan ekonomi dengan prediksi pertumbuhan ekonomi global mencapai 5,2% dan untuk Asia mencapai 6,9%. Meski begitu, kita masih melihat rivalitas antara negara besar yang dapat menhambat penanganan pandemi dan pertumbuhan ekonomi global. Maka dibutuhkan kepemimpinan kolektif global yang kuat.

Diplomasi Indonesia di tahun 2021 akan diprioritaskan pada:

  1. Membangun kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional
    1. Realisasi komitmen vaksin melalui bilateral maupun multilateral
    2. Penguatan kerjasama membangun industri kesehatan nasional, industri bahan baku obat, farmasi, maupun alat kesehatan
    3. Penguatan kerjasama pengembangan riset serta transfer teknologi dan SDM di bidang kesehatan
    4. Penguatan sistem dan mekanisme kesiapsiagaan menghadapi pandemi yang akan datang
  2. Mendukung pemulihan ekonomi dan pembangunan hijau serta pembangunan berkelanjutan
    1. Mendorong implementasi kesepakatan ASEAN-TCA, penggunaan APEC Travel Card, dan kesepakatan TCA lainnya
    2. Mendorong perluasan inbound investment ke Indonesia
    3. Perluasan akses pasar dan integrasi ekonomi kawasan melalui ratifikasi dan implementasi IK-CEPA, IA-CEPA, IEU-CEPA, dan IT-CEPA
    4. Dimulainya perundingan PTA/FTA dengan Serbia, Mercosur, dan Kawasan Caricorn, penuntasan negosiasi PTA dengan Mauritius, Fiji, dan PNG, perundingan FTA Indonesia-EAEU, pembuatan limited trade deal with the US
    5. Mendukung upaya pemerintah membangun hilirisasi industri nasional yang memiliki nilai tambah
    6. Melanjutkan rangkaian kerjasama dengan WEF dalam investasi dan kerjasama spesifik yang melibatkan pemimpin bisnis global
    7. Mengonsolidasi asset Indonesia di luar negeri melalui Indonesia Outbound Investment Dialogue 2021
    8. Mulai aktif dalam G-20 Troika di bawah kepemimpinan Italia
    9. Memperkuat kerjasama ekonomi digital dan ekonomi kreatif terutama untuk UMKM dengan tema “Inclusively Creative: A Global Recovery” melalui WCCE kedua pada Mei 2021; ASEAN Creative Economy Business Forum; Venture Capital Network; International Conference on Digital Diplomacy; dan optimasi peran Indonesia sebagai negara partner dalam Hannover Fair.
    10. Memperkuat upaya diplomasi mengadapi berbagai hambatan perdagangan termasuk kampanye negatif terhadap komoditas unggulan Indonesia
    11. Mendorong penyetaraan standar berkelanjutan sustainability bagi seluruh minyak nabati melalui berbagai kerjasama dan dalam pencapaian SDGs
    12. Mendorong kerjasama ekonomi dan pembangunan hijau melalui penyelenggaraan showcase proyek berbasis green economy
  3. Memperkuat sistem perlindungan WNI
    1. Dukungan anggaran khususnya untuk penanganan Covid
    2. Perwakilan Perlindungan Terpadu sesuai Mandat Permenlu No. 5 tahun 2018
    3. Peningkatan status konsulat RI di Tawau menjadi KJRI
    4. Sistem perlindungan ABK dengan pembentukan ILO C-188 on Work in Fishing Convention, MoU dengan negara tujuan, pemanfaatan perjanjian bantuan hukum timbal balik untuk penegakan hukum yang tegas bagi pelaku
    5. Melanjutkan upaya satu data Indonesia dengan pemutakhiran secara serempak di seluruh perwakilan dengan menggunakan portal peduliwni.kemlu.go.id.
    6. Dibangunnya integrasi data operasi sentral
  4. Berkontribusi untuk memajukan berbagai isu kawasan dan dunia
    1. Woman, Peace and Security, Regional Forum of Women Negotiators and Mediators
    2. Mengharapkan Sekretariat ASEAN dapat segera melakukan Comprehensive Need Assessment untuk repartiasi aman, suka rela, dan bermartabat bagi pengungsi Rohingnya
    3. Berupaya agar ada kemajuan dalam penyelesaian isu Rakhine State
    4. Kerjasama konkret dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific
    5. Menyelenggarakan 2nd Pasific Exposition
    6. Membuat Regional Partnership Strategy on Africa melalui Indo-AID
    7. Mengharapkan situasi kondusif akan tercipta untuk Palestina mulai tahun 2021 dengan komitmen seluruh pihak agar perundigan dapat dimulai dengan memperhatikan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, serta parameter internasional yang telah disepakati
    8. Mendorong proses perdamaian inklusif di Afganistan
    9. Melanjutkan komitmen perlindungan HAM dengan UPR, CPED, ASEAN Human Rights Dialogue, RANHAM, Pencalonan Indonesia sebagai Dewan HAM untuk periode 2024-2026
    10. Mempersiapkan Global Platform for Disaster Risk Reduction 2022, pertemuan kedua Regional Conference of Humanitarian Assistence and Regional Conference on Business and Human Rights.
    11. Memulai keanggotaan dalam ECOSOC untuk memajukan pemulihan ekonomi dan ketahanan sosial, memperkuat UMKM pascapandemi, dan mendorong SDGs pascapandemi
  5. Diplomasi pekerja untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayah
    1. Meingkatkan intensitas perundingan perbatasan darat dan maritim dengan Malaysia, Palau, Filipina, dan Vietnam, serta Timor Leste. Hak kedaulatan dan hak berdaulat di perairan Indonesia harus sesuai dengan hukum internasional termasuk UNCLOS 1982 dan terus menolak klaim yang tidak berdasar hukum.
    2. Upaya menjaga integritas kedaulatan NKRI, penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah adalah prinsip utama hubungan bersahabat antara negara di dunia yang didasarkan pada Piagam PBB dan hukum internasional

Ibu Menlu juga menyapaikan dukacita terhadap berpulangnya pegawai Kemenlu karena COVID-19 dan apresiasi kepada seluruh diplomat dan staf atas dedikasi dan kerja khususnya selama pandemi, serta untuk DPR RI Komisi I atas kemitraan yang terbangun dengan baik. Dengan mengutip perkataan Bung Hatta, maka acara inipun diakhiri.

“Kita jangan menjadi obyek dalam pertarungan politik internasional, melainkan harus tetap mejadi subyek yang berhak menentukan sikap kita sendiri”

Diliput oleh Samuella Natasha Tedjokusumo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.