Ribuan Mahasiswa “Hitamkan” Kota Malang: 5 Tuntutan Massa

Foto: Massa Aksi demonstransi di depan gedung DPRD Kota Malang (sumber: lpmsolid)

Jelang berakhirnya masa jabatan pemerintahan Jokowi, RUU KPK dan RUU KUHP digeber habis-habisan oleh DPR. Sikap DPR ini dinilai terlalu tergesa-gesa oleh banyak elemen masyarakat Indonesia. Pengesahan RUU KPK yang menuai banyak kontroversi menjadi puncak dari perlawanan rakyat Indonesia.

Senin (23/9), ribuan mahasiswa dan elemen rakyat Kota Malang yang tergabung dalam Front Rakyat Melawan Oligarki (FRMO) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Para demonstran mengusung 5 tuntutan kepada DPR RI, Presiden, Kepolisian dan pemerintah.

Pertama, menuntut DPR RI untuk mencabut draft RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, dan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan RUU Masyarakat Adat.

Kedua, menuntut Presiden untuk mengeluarkan Perppu Pencabutan UU KPK dan UU Sumber Daya Air serta (ketiga) menghentikan izin korporasi pembakar hutan.

Keempat, menuntut agar Kepolisian RI membebaskan dan menghentikan kriminalisasi aktivis pembela HAM, Advokat, aktivis Papua, Intimidasi terhadap masyarakat sipil Papua dan serta Tarik Militer dan hentikan operasi keamanan terhadap warga sipil.

Kelima, menuntut Pemerintah untuk segera mengubah pelayanan kesehatan melalui BPJS dengan skema pembiayaan yang ditanggung sepenuhnya oleh Negara dan diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Tuntutan tersebut tercantum pada selembaran yang dibagikan saat demontrasi dan dibacakan di depan Gedung DPRD Kota Malang.

Menurut Fachrudin selaku perwakilan Malang Corruption Watch yang tergabung dalam FRMO, gerakan aksi masa yang dilakukan hari ini merupakan langkah kecil yang dapat dilakukan dalam waktu dekat untuk melawan regulasi-regulasi yang tidak pro rakyat.

“Jika dilihat dari kondisi wakil rakyat kita sekarang ini, mereka tidak mencerminkan suara rakyat. Banyak suara yang telah disampaikan oleh rakyat, namun DPR dan Presiden sebagai manifestasi dari partai politik justru tidak mendengarkan suara rakyat.” Imbuh Fachrudin.

Politik Alternatif

Foto : wacanakan bangun Politik Alternatif (sumber: lpmsolid)

Dalam demonstrasi kali ini tercetus kata “Politik Alternatif”. Menurut Fachrudin, adanya blok politik ini bertujuan untuk memenuhi kepentingan rakyat sangat dibutuhkan. “Sebab kepentingan yang diperjuangkan oleh partai politik saat ini bukan kepentingan rakyat lagi, tapi kepentingan oligarki. Blok politik ini sendiri bisa dimaknai sebagai kegiatan aksi masa maupun politik praktis. Dengan dibentuknya politik alternatif ini, diharapkan bisa menjembatani kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Aksi demonstrasi yang dilakukan di Malang hari ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap mahasiswa dan masyarakat yang berada di Jakarta. Mahasiswa dan masyarakat Jakarta diharapkan dapat bersatu untuk mendorong perubahan karena mereka yang jauh lebih dekat dengan lingkaran kekuasaan. “Kami harap suara dari daerah bisa menjadi salah satu penguat suara di Jakarta,” kata Fachrudin.

Kegiatan demonstrasi di depan DPRD Kota Malang yang dilakukan dari pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB berjalan dengan lancar dan kondusif. Sayangnya, terdapat satu aksi yang dinilai tidak mencerminkan tujuan dari aksi ini.

Vandalisme

Foto : Vandalisme yang Dilakukan oleh oknum Demonstran dinilai tidak sejalan dengan tujuan aksi (sumber: lpmsolid)

“Saya baru tahu juga itu (vandalisme, red),” jelas Fachrudin. Pasalnya, pihak aliansi Front Rakyat Melawan Oligarki sudah sepakat untuk tidak melakukan upaya-upaya yang melanggar norma. Namun, tambahnya, kegiatan hari ini terbuka untuk umum sehingga hal tersebut luput dari pengawasan.

“Untuk aksi coret-coret gedung dewan itu tentu tidak diperbolehkan, tapi jangan sampai publik mensimplifikasi bahwa kami ingin merusak. Mungkin itu merupakan bentuk kekecewaan kawan-kawan lain yang tidak tergabung dalam aliansi kami.” Jelas Fachrudin.

Di samping hal itu, para demonstran tetap menjaga kondusifitas seperti yang dikatakan oleh Fachrudin serta menjaga kebersihan tempat berlangsungnya demonstrasi dengan mengumpulkan sampah bekas makanan dan minuman.

Fachrudin juga berharap untuk kedepannya akan semakin banyak mahasiswa dan masyarakat yang ikut turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya demi perubahan yang lebih baik bagi Indonesia. (CRT/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.