Wawancara Wadek III FT-UB Mengenai Renovasi: “Saya Hanya Ingin Yang Terbaik”

Terhitung sudah lebih dari sebulan diadakan renovasi Gedung Kemahasiswaan Fakultas Teknk Universitas Brawijaya (FT-UB). Tim dari SOLID melakukan wawancara ekslusif dengan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FT-UB, Dr. Eng. Denny Widhuyanuriyawan, mengenai renovasi.

 

Q: Kenapa baru dibangun sekarang [renovasi] bangunannya?

A:

‘Kan berproses. Di satu sisi, kemarin waktu liburan belum ada anggaran, jadi terkendala. Kalau [untuk] kegiatan di kampus, khususnya pemerintahan [seperti UB termasuk negeri, red] gabisa kaya di swasta, [tidak bisa] kaya di rumah. Saya mau bangun sekarang, ya duitnya gabisa sekarang. Bangun sekarang, duitnya dari mana? Jadi gabisa.

 

Q: Anggarannya berapa?

A:

Alokasikan anggarannya sebesar 500 juta, tapi karena kondisi tingkat renovasinya itu, bisa masuk seperti apa? ‘Kan ada dua lantai. Pembangunannya nanti ada 2, yaitu renovasi [teknik] sipil dan ME, mechanical electrical [engineering]. Jadi di ME ini kan ganti kelistrikan semua itu, sementara kalau kelistrikan itukan sudah lama [ada] juga, harus ngerubah semua. Sekat-sekatnya diubah, arus listriknya diubah, sehingga otomatis penataan lampu-lampunya juga berubah.  Kalau fisiknya, fisiknya kemarin penataan sekat dari masing-masing [gedung] ini, kemudian pengecatan. Kemudian perubahaan penataan ulang. [Untuk di Geudng Kemahasiswaan] yang di [lantai] bawah itu rencananya kalau ga salah jadi 3 ruangan. Salah satunya ada ruang rapat, rencananya itu.

 

 

Q: Sepertinya renovasinya kompleks sekali, Pak. Yang dirubah ‘kan banyak, itu target selesainya kapan ya, Pak?

A:

Kalau bisa secepatnya ini [selesai]. Karena saya baru ngontak, ‘kan saya juga bukan pelaksana, saya bukan yang pegang proyek, saya ga megang uangnya. Anda jangan punya pikiran [bahwa] saya sebagai kontraktornya, bukan saya. Jadi, dari fakultas yang mengerjakan. Itu [proyek renovasi ini] sudah saya mulai. Ini ‘kan karena akreditasi yang di [teknik] kimia sudah mulai, tinggal menunggu kapan ada visitasi. Sudah mulai dilemburkan [pengerjaan renovasi] ini sekarang. Saya minta untuk secepatnya sudah selesai.

 

 

Q: Alasan renovasi yang gedung itu kenapa ya, Pak?

A:

Alasan renovasi? Ya kamu liat gedung itu [Gedung Kemahasiswaan] sudah nyaman belum dengan kondisi itu? Jadi sudah saya diskusikan dengan teman-teman himpunan dan BEM, saya pernah ke sana. Ini ruangan kemahasiswaan kok kayak gudang? Kamu nyaman ga dengan kondisi itu? Nah, karena kamu ga nyaman, pada anggaran tahun 2019 itu saya mengusulkan ke rapim [rapat pimpinan, red] untuk renovasi, supaya gedung kemahasiswaan lebih ketoto, lebih rapi, bagus. Kemudian misalkan ada tamu mahasiswa dari luar, kunjungan studi banding, kan bisa punya ruangan rapat sendiri. Ada ruangan yang besar. Kemudian kan ada himpunan pengairan, PWK, arsitek. Ada LSO. LSO Solid, Tekad, Al-Hadiid, ada Yehezkiel. Mungkin Al-Hadiid sementara ini masjidnya jadi. Nanti kan geser, kan pembagian ruangnya jadi tambah luas.

 

 

Q: Tapi kalau yang dari denah kemarin ada beberapa ruangan LSO yang makin kecil, Pak. Solid contohnya. Ruangannya seperti dibagi 2, jadi yang punya solid dikurangi. Sisanya gatau buat apa nanti.

A:

Ya kan nanti dari lantai 1 [ruanganya] naik nanti. Ada ruangan-ruangan yang nanti nambah kecil. Seperti ruangan himpunan arsitek kan guedhe, nanti ukurannya diusahakan sama dengan yang sebelahnya. Mungkin Solid yang kecil bisa nempati ruangannya Al-Hadiid. Nanti mungkin malah ada sisa ruangan 1. Ya nanti untuk penataan, kita atur bareng-bareng lah. [Kalau] ruangannya sempit itu kan teknis, kalau sudah jadi nanti seperti apa? Kita tata kembali.

Kemudian ada kita geser maju yang [ruangan di] bawah itu. Digeser supaya ruangan jadi semakin luas. Toiletnya juga kita perbaiki. Kemudian sampahnya juga. Intinya saya pengen gedung kemahasiswaan semakin bagus. Nanti kalau ada kekurangan-kekurangan di tahun ini, kita usulkan tahun depan. Oh ada kekurangan ini, kita usulkan tahun depan. Harus bertahap. Gabisa minta langsung dapat lengkap semuanya. Harus sesuai dengan perencanaan.

Kecuali, kalau ada CSR [Corporate Social Responsibility, red]. Ini juga saya berdoa, moga-moga ada CSR yang bantu. Misalkan bantu perabot, bantu interior, dari alumni gitu kan. Masalahnya sekarang, saya tidak mau mengganggu alumni. Karena kita lagi meminta alumni untuk membangun masjid kemarin. Kan ga enak, mosok tiap tahun minta.

 

 

Q: Ini lokasi ruangan-ruangan dipindah sementara ke Gedung B Teknik Kimia, itu alasannya kenapa?

A: Kan ruangannya adanya itu.

Q: Di situ kan ada ruangannya yang dipakai untuk kegiatan belajar. Jadinya ramai, menggangu aktivitas belajar itu sendiri.

A:

Itu ‘kan teman-temanmu sendiri, kan? Mahasiswa, kan? Seharusnya gimana membangun toleransi supaya semua bisa berjalan, tho? Wong kamu sudah gede-gede [dewasa-dewasa, red] kok. Seharusnya dengan kita sudah besar, dengan ada [banner warning] ‘Mohon pada jam-jam kuliah mohon dijaga ketenangan, mengingat ada proses kuliah’, misalkan.

 

Q: Pertanyaan terakhir, Pak. Kemarin ada anggota dari Solid yang berbincang dengan tukang-tukang yang membangun. Katanya banyak tukangtukang yang ga masuk, jadi pembangunannya lambat. Dengan biaya yang dikeluarkan lumayan banyak, kompleks juga pengerjaan renovasinya, menurut bapak gimana?

A:

Kalau saya, secara teknis saya juga gatau. Pokoknya, dari gambar [denah] itu, kan ada pembongkaran-pembongkaran bagian-bagian yang harus dibongkar, kemudian ada penambahan-penambahan. Saya kalau teknis juga saya ga terlalu ini, sih… ‘Kan misalkan rekanan pekerja tidak hanya punya 1 kerjaan. Dia kan harus ngatur orang juga. Kalau itu ‘kan, saya juga gamau ngurus. Pokoknya bangunanku, Gedung Kemahasiswaan ini, jadi kapan? Saya minta [selesai] secepatnya. Semakin cepat juga, sehingga kemarin sudah dilembur. Kalau mahasiswa bertanya, soalnya [teknik] kimia mau akreditasi, jadi mohon segera. Yang lama itu sebenernya dodos-dodos itu, bongkar-bongkar itu. Karena [bongkar-bongkar gedung] itu kan harus ngambil waktu yang tidak ada kuliah, biar ga ngeganggu kuliah. Kalau tanpa itu [memikirkan jam kuliah] ya tinggal pakai alat [penghancur] saja, kan cepat selesai. Tapi kan nanti akan mengundang protes, satu. [Protes] dari Teknik sipil, Teknik Pengairan, belum lagi kalau pembongkaran, di situ kan ada kantin. Kotorannya? Debunya? Kalau saya berpikir, bagaimana semua bisa berjalan tanpa ada yang dirugikan. Dirugikan itu pasti ada, tapi [harapannya] bisa diminimalisir kerugian-kerugian. Harapan saya seperti tadi, biar kalian bisa segera menempati ruangan yang sudah direnovasi. Biar kurangnya apa, nanti kita evaluasi lagi, kita usulkan lagi nanti. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.