Fakultas Teknik Kurban 3 Sapi dan 12 Kambing

Proses penyembelihan kambing. (foto: SOLID)

LPM SOLID, Malang- Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) kurban 3 sapi dan 12 kambing pada Hari Raya Idhul Adha 1440 H (kemarin, 11/08). “kurban tersebut berasal dari, dosen, mahasiswa, kolega-kolega Fakultas Teknik, jadi (murni) dari Keluarga Besar Fakultas Teknik (KBFT),” ungkap Ludfi Djakfar selaku ketua Panitia penyelenggara kurban.

Menurut Guru Besar FT bidang jalan raya tersebut, kurban ini yang paling utama adalah menggugah semangat dari KBFT untuk menunaikan ibadah. “juga, mengingatkan kepada internal fakultas Teknik supaya lebih sadar terhadap kegiatan keagamaan di fakultas,” tambahnya.

Hal ini senada dengan Pitojo Tri Juwono selaku Dekan FT UB, bahwa kegiatan ini dalam rangka meningkatkan nuansa religius di kampus kita. “karena akademis yang begitu bagus akan sangat sempurna kalau kita imbangi dengan suasana religius yang baik, tuturnya.

“terdapat tiga poin yang harus dipetik dalam kegiatan semacam ini,” ungkapnya kepada kami (tim solid, red). Pertama, bahka kita ingin setiap orang mempunyai kesadan dan keluasan hati untuk berkurban dengan sesama. kedua, bahwa berkurban merupakan bagian dari kita memohon ampun kepada ALLAH SWT. Ketiga, kita ingin menumbuhkan suasana kebersamaan di fakultas Teknik.

Selain itu, Ludfi mengingatkan bahwa daging kurban ini berbeda dengan sodaqoh atau infaq. “kalau infaq, serahkan semua. Tapi kalau daging kurban ini mari kita makan bersama. Juga untuk kegembiraan,” tuturnya. Di dalam Al Qur’an, tambahnya, disebutkan bagi yang meminta dan tidak meminta. Artinya, bahwa orang yang mampu pun juga dikasi, karena disini ada syiar kebersamaan.

Pitojo berpesan kepada mahasiswa Teknik tentang kolaborasi panitia kurban dengan mahasiswa. “dengan bertambahnya jumlah kurban setiap tahunnya, mahasiswa dapat memberikan proposal rekomendasi daerah mana yang perlu dibantu (untuk distribusi daging kurban), tidak semuanya dipotong disini” pesannya. Pasalnya, daging kurban di FT selama ini didistribusikan di KBFT dan warga sekitar dengan berat sekitar 2,5 Kg.

penyembelihan dan pemotongan hewan kurban berlokasi di samping Gedung Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) FT UB. Kegiatan tersebut dimulai sejak pukul 07.30 WIB sampai sekitar 12.00 dan langsung didistribusikan ke KBFT. Namun, terdapat sebagian daging yang dimasak bersama yaitu sate untuk dinikmati bersama.

Limbah Hewan Kurban

darah hewan kurban mengalir di selokan

Ketika kami menuju lokasi penyembelihan hewan kurban, kami melihat darah hewan kurban yang mengalir di selokan samping FT UB. Tampaknya, darah hewan kurban yang mencemari selokan tersebut bukan berasal dari hewan kurban FT UB. Sebab, penyembelihan hewan kurban milik FT UB terletak di samping Gedung PWK dan darahnya dikubur di tanah. Lantas kami meminta tanggapan kepada Ludfi terkait limbah hewan kurban.

“Setelah ini kita tutup lagi (menunjuk lubang penyembelihan), inshaallah besok sudah bersih. Tidak kita alirkan ke selokan, darah, kita tanam disini,” jelasnya. Kami juga bertanya tentang tanggapannya bila masyarakat membuang limbah darahnya ke selokan. Ludfi menjawab “ sebaiknya tidak, karena itu kurang baik untuk lingkungan. Menurut saya, ini (mengubur darah) adalah cara yang lebih higienis karena seperti bangkai dikubur, mikro mikro di dalam tanah akan mengurai. Kita selalu lakukan (cara ini),” jawabnya. (nun/rsi/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.