REAKTUALISASI DAN REVITALISASI ICMI ISLAM MODERNIS DAN ISLAM KULTURAL

Oleh: M. Dawam Rahardjo.

PENDAHULUAN

1. ICMI didirikan pada tanggal 6 Nopember 1990 di Malang dengan tujuan menggalang potensi cendekiawan agar dapat berperan dalam:

A. Melakukan pemberdayaan dan pengembangan umat Islam

B. Meningkatkan partisipasi umat Islam dalam proses modernisasi dan pembangunan Indonesia

2. Berdirinya ICMI mempunyai latar belakang sosial politik tertentu, yaitu:

A. Umat Islam sedang mengalami marginalisasi secara sosial, politik dan ekonomi dan kegiatannya selalu dicurigai dan dikaitkan dengan cita-cita mendirikan Negara Islam.

B. Secara sosial, umat Islam mengalami dikotomi yang menghambat perkembangan Islam dan umar Islam, yaitu dikotomi antara: ulama vs cendekiawan, santri vs abangan, dan antara pemerintah vs masyarakat

3. Sebelum berdirinya, sebenarnya telah ada upaya-upaya membentuk ICMI, yaitu pada tahun 1984 (telah disiapkan konsep AD-nya), melalui forum “Pertemuan Cendekiawan Muslim I” yang disponsori oleh LSAF, LP3ES dan PPA, tetapi tidak disetujui oleh Menteri Agama dan MUI karena diperkirakan akan ditolak oleh pemerintah. Forum “Pertemuan Cendekiawan Muslim” masih diteruskan setiap tahun, akhirnya pada tahun 1986 didorong lagi pendirian ICMI, melalui forum “Pertemuan Cendekiawan Muslim ke III”, tapi gagal lagi. Sebagai gantinya dibentuk “Forum Komunikasi Pembangunan”, dengan Ketua, Ahmad Tirtosudiro dan pelindung, Alamsyah Ratu Perwiranegara. Dampaknya, hubungan antara pemerintah dan umat Islam membaik, mulai berlangsung proses rekonsiliasi. Pada awal tahun 1990 Dr. Immaduddin memprakarsai pertemuan cendekiawan Muslim untuk membantuk ikatan baru, tetapi malahan dibubarkan. Tetapi idenya itu diteruskan dan diperjuangkan oleh sekelompok mahasiswa Bawijaya yang aktif dalam lembaga “Badan Kerohanian Kampus Unibraw” Dengan dukungan “empat serangkai”: Azwar Anas, Emil Salim, Habibie dan Alamsyah Ratu Perwiranegara, akhirnya diselenggarakan forum Simposium dan Muktamar Cendekiawan Muslim se-Indonesia, yang diselenggarakan di Kampus Universitas Brawijaya dari Muktamar Cendekiawan Muslim I itulah terbentuk “Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia”. Sebelumnya 5 orang mahasiswa Faktultas Teknik Unibraw yang ditemani oleh Dr. Imaduddin Abdurrahim, M. Dawam Rahardjo dan M. Syari’ie Anwar telah meminta kesediaan Prof. Dr. Ing- B.J. Habibie, menjadi Ketua ICMI.

4. ICMI didirikan dengan tujuan mengembangkan 5K, yaitu kualitas iman, pikir, karja, karya dan hidup. Menurut ADnya, ICMI adalah organisasi kecendekiawanan, kemasyarakatan dan kebudayaan. Pada Muktamar ke II, ICMI mengesyahkan Khittah Perjuangan ICMI yang naskahnya disusun oleh Dr. Nurcholish Madjid, salah seorang Wakil Ketua Dewan Pakar.

PERKEMBANGAN ICMI

5. Selama satu dasawarsa perjalanannya, ICMIl mengalami empat tahap perkembangan

A. Konsolidasi organisasi, dengan pembentukan orwil, orsat dan batom di seluruh Indonesia dan bahkan di Eropa Barat, Amerika Utara, Timur Tengah, Asia Tenggara, Asia Timur dan Australia

B. Perkembangan amal usaha ICMI dengan menerbitkan HU Republika, mingguan tabloid Tekad dan Adil, mendirikan lembaga perbankan dan keuangan BMI, Takaful, BPRS, BMT, Dompet Dhu’afa, membentuk yayasan pendidikan Orbit dengan sistem beasiswa terpadu, mengembangkan yayasan untuk mengembangkan mutu pengajaran matematika, IPA dan bahasa Inggris, dan sejumlah amal usaha lainnya

C. Perkembangan politik yang mendudukkan anggota dan fungsionaris ICMI dalam posisi puncak pemerintahan dan birokrasi yang memperkuat posisi yang sudah ada. Puncaknya adalah ditunjuknya Ketua ICMI, BJ Habibie sebagai Wakil Presiden dan kemudian Wakil Presiden RI

D. Lengsernya BJ Habibie sebagai presiden yang berpengaruh terhadap posisi anggota dan aktivis ICMI dari pemerintahan dan birokrasi. Perkembangan tersebut mendorong ICMI untuk melakukan reposisi sehubungan dengan peranannya. Dewasa ini ICMI merasa berada dalam masa transisi. Dalam memasuki tahap selanjutnya, ICMI mungkin memerlukan redivinisi dan revitalisasi.

6. Pada akhir periode kedua ini, telah tumbuh citra tertentu yang negatif pada ICMI

A. ICMI dinilai sebagai kendaraan politik untuk mencapai kekuasaan

B. ICMI memiliki citra organisasi Islam yang sektarian, primordial dan fundamentalis.

C. Kegiatan ICMI dicerminkan oleh kegiatan BJ Habibie, terutama di bidang politik. ICMI dinilai mewakili “Islam Politik”. Sebagai alternatif muncul konsep “Islam kultural”.

D. ICMI bukan sebuah organisasi independen karena telah dikooptasi oleh kekuasaan

7. Menjelang muktamarnya yang ke III, ICMI harus menjawab tiga masalah yang cukup mendasar:

A. Memilih seorang pemimpin selain B.J. Habibie. Agaknya sulit menemukan pemimpin yang setara dengan Habibie. Hal ini menimbulkan pertanyaan, pemimpin macam apa yang tepat untuk memimpin ICMI pasca Habibie?

B. Bagaimana membersihkan ICMI dari citra negatif? Salah satu jawaban yang ditawarkan adalah menjadikan ICMI sebagai gerakan “Islam kultural” dan membatasi diri sebagai organisasi cendekiawan yang tidak berpolitik.

C. Membebaskan ICMI dari ketergantungan finansial yang membatasi sikap dan langkah ICMI

8. Secara faktual ICMI sebenarnya telah memberikan jejak yang membentuk citra ICMI sebagai:

A. Organisasi kader kepemimpinan bangsa dan kader kepemimpinan umat

B. Organisasi cendekiawan yang terjun dalam wacana pemikiran yang kritis

C. Organisasi kemasyarakat dan kebudayaan atau sebuah “LSM besar” dengan karya-karya nyata di bidang pendidikan, kebudayaan, sosial dan ekonomi.

9. Dalam perspektif reformasi, ICMI dianjurkan untuk melakukam reposisi dari organisasi yang berorientasi pada politik dan kekuasaan menjadi organisasi civil society yang independen dari negara dan pemerintah. ICMI perlu menjadi pelopor dalam gerakan Islam kultural yang lebih mengutamakan karya kemasyarakatan dan kebudayaan daripada meraih kekuasaan.

10. Perlu dicatat bahwa ICMI adalah organisasi yang keanggotaannya bersifat majemuk dan pluralistis.

(Tulisan ini termuat dalam LPJ Simposium Nasional “Redefinisi dan Reaktualisasi ICMI” Tahun 2000 dan diketik ulang oleh Anggota LPM SOLID FT UB, Annisa Giani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.