Teknik Pengairan Gelar World Water Campaign saat Car Free Day

(24/03 ) Mahasiswa Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) gelar World water campaign saat Car Free Day. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini, menurut Riski selaku ketua panitia, ingin mengenalkan hari air sedunia. ”Ayo mulai dari sekarang, kita jaga alam kita, kita jaga air kita. Alam dan air itu akan menjaga balik kita nanti,” pungkasnya.
Terdapat tiga titik kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia. “Titik pertama, lebih mengenalkan ZAM (zona air minum) yang berkolaborasi dengan PDAM. Titik kedua, lebih mengenalkan acara yang sudah kita lakukan. Titik ketiga, lebih ke kampanye dan foto booth hari air sedunia,” jelas mahasiswa angkatan 2016 tersebut.
Menurut Penanggung Jawab titik pertama, terdapat tumbler gratis untuk masyarakat yang ingin memanfaatkan air siap minum. “ 80 tumbler dari panitia dan 25 tumbler bantuan dari pihak PDAM,” ungkapnya. Menurut pihak PDAM terdapat 119 titik ZAM yang tersebar di kota malang baik itu di Kawasan sekolah maupun pariwisata.
Pada titik kedua, mereka mengenalkan kegiatan yang telah pihak panitia selenggarakan, baik itu kegiatan penelitian maupun aksi nyata dalam memelihara air. Mereka menyebarkan pamphlet yang berisi tentang hal yang mempengaruhi air bersih. Terdapat 3 hal yang mempengaruhi air bersih, yaitu sampah, menghemat air bersih, dan sanitasi.
Pada titik ketiga, terdapat kampanye air bersih berbentuk penulisan harapan tentang air dan orasi tentang air bersih. “Kita ingin mengetahui seberapa sadar masyarakat kita terhadap krisis air, semakin banyak orang yang menulis harapannya, semakin menunjukkan kepeduliannya terhadap air. Jangan sampai air (bersih) di dunia habis, kita baru menyesal,” pesan Dafi sebagai Penanggung Jawab titik ketiga ini.
Menurut Yuda sebagai masyarakat yang hadir saat CFD, kegiatan ini cukup bagus untuk mengenalkan seberapa penting air bagi kita. Sayangnya, yuda tampak tidak mengambil tumbler gratis dan tidak ikut menulis harapannya tentang air. Namun, Menurut Alni selaku peserta yang ikut mengambil tumbler, kegiatan ini sangat berpengaruh untuk menghemat air.
Sayangnya, kegiatan ini menurut Alni terdapat kekurangan dalam hal pemberitahuan kepada masyarakat. “Sebenarnya gak ada (yang fatal) sih, cuman brandingnya kurang. Publikasinya kurang diketahui oleh masyarakat luas. Kalau brandingnya luas pasti lebih banyak,” ungkapnya. (nun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *