Pasca Rangkaian PK2MB, Barisan Perwakilan Mahasiswa Kosong Saat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Universitas Brawijaya mengadakan upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 yang jatuh pada Jum’at (17/8). Dalam upacara tersebut turut hadir sivitas akademik dari 15 fakultas, Pascasarjana, Vokasi, BPU (Badan Pengelola Usaha) hingga Dharma wanita. Dari semua barisan peserta upacara, barisan perwakilan mahasiswa terlihat kosong.

Terlihat barisan kosong yang telah disiapkan untuk perwakilan mahasiswa dalam Upacara Bendera memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73
Salah seorang mahasiswa fungsionaris kelembagaan di salah satu fakultas, Ikhwanul Ma’arif Harahap, menyebutkan jika dirinya tidak mendapatkan pemberitahuan apapun mengenai upacara bendera yang dilangsungkan di Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya. Lain halnya dengan Rachdian Rizqi Abadi, ia mengatakan jika dirinya mendapat informasi dari kemahasiswaan fakultas pada sore hari sebelumnya (16/8). Menanggapi informasi yang berasal dari edaran, Rachdian menyebutkan bahwa dia dan fungsionaris kelembagaan lainnya menganggap tidak ada tuntutan lebih untuk datang selain rasa nasionalisme diri sendiri. “Tapi dari BEM sudah ada usaha untuk datang, hanya saja mungkin masih banyak yang lelah karena kondisi setelah menjalani rangkaian kegiatan PK2MABA,” timpalnya.
Saat dikonfirmasi oleh tim redaksi SOLID perihal penyebaran informasi, pihak Humas mengaku terkejut dengan fakta yang ada di lapangan. “Saya tidak sampai seteliti itu, padahal sudah diundang,” ujar Kotok Gurito, Kepala Bagian Humas UB. Kotok mengatakan bahwa untuk yang menyebarkan undangan ke mahasiswa diserahkan kepada Kemahasiswaan. Ia juga menyebutkan seharusnya undangan sudah disebar kalau memang sudah disediakan tempat.
Kepala bagian Kemahasiswaan Universitas Brawijaya, Rudjito, menyebutkan jika persiapan yang cukup singkat membuat penyebaran informasi ke perwakilan mahasiswa kurang tersampaikan dengan baik. “Untuk masalah yang keikutsertaan pesertanya, kami waktu rapat nggak kesentuh personil upacaranya, hanya sebatas upacaranya dosen dan karyawan,” terangnya.
“Terkait apakah itu harus ada barisan khusus perwakilan mahasiswa itu yang saya selama ini belum komunikasi dengan kepegawaian dalam hal ini yang mementingkan kegiatan upacara hari ini,” ujar Rudjito. Ia juga mengatakan jika timnya belum membaca secara detil mengenai layout upacara sehingga tidak mengetahui adanya barisan khusus perwakilan mahasiswa.
Rudjito menyebutkan jika dirinya ditunjuk untuk mengkoordinir petugas upacara yang melibatkan mahasiswa seperti Menwa, KSR, Pramuka, Paduan Suara, dan Marching Band. Saat ditanya mengenai penyebaran informasi ke kamahasiswaan tiap fakultas, Ia mengatakan bahwa itu merupakan tugas dari biro umum. “Kalau untuk informasi ke tiap fakultas kan ditaruh di Biro Umum,” jelasnya.
“Ada upacara, biasanya upacara petugasnya harus siapa saya langsung mengkondisikan untuk yang (menjadi, red) petugas,” kata Rudjito. Ia menyebutkan jika memang harus ada perwakilan mahasiswa dalam upacara, berikutnya akan dipertimbangkan apakah dari lembaga kemahasiswaan seperti EM dan BEM atau mahasiswa penerima beasiswa. “Itu evaluasi kami, terima kasih telah diingatkan,” ucapnya kepada awak media. (rtp/rrs/red)

Pict:Humas UB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *