Prihatin dengan Kondisi Air Waduk di Indonesia, Tim PKM Pengairan FT-UB Melakukan Penelitian Sekaligus Merumuskan Upaya Peningkatan Kualitas Air Waduk.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Brawijaya melakukan penelitian mengenai kondisi serta kualitas air di waduk Lahor, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2018 dan masih berlangsung sampai berita ini diturunkan.
“Karena saya prihatin dengan kondisi waduk-waduk di Indonesia yang telah megalami penurunan kualitas air. Sedangkan waduk sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar seperti untuk suplai air irigasi, air baku, PLTA, pariwisata, dan kegiatan perikanan. Jika kualitas air waduk kian memburuk, maka akan menghambat fungsi waduk itu sendiri,” jelas Indah Tri Wahyuni saat diwawancara via online.
Diketahui pada waduk Lahor terdapat aktivitas budidaya perikanan yang dapat menyumbang pencemaran ke perairan, ditambah lagi tata guna lahan pada daerah tangkapan air waduk Lahor didominasi oleh kegiatan pertanian sehingga pupuk dari kegiatan pertanian tersebut melimpah ke sungai dan terkumpul di perairan waduk yang kemudian turut menambah potensi pencemaran pada air waduk Lahor. Hal ini menjadi alasan bagi tim PKM untuk memilih waduk Lahor sebagai objek penelitian selain karena jarangnya penelitian yang dilakukan di waduk Lahor.
Studi literatur dari berbagai sumber serta mengumpulkan data sekunder baik dari masyarakat sekitar maupun pihak pengelola pun dilakukan dalam upaya pengumpulan data penelitian. Selain itu, pengambilan sampel fitoplankton untuk diuji dan diidentifikasi sebagai data primer juga dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi kualitas air waduk. Data yang telah terkumpul kemudian diolah. Selanjutnya, tim merumuskan upaya peningkatan kualitas air berdasarkan kondisi air waduk Lahor sebelum menyusun laporan.
“Selama ini yang dilakukan pihak pengelola hanya memonitoring kondisi kualitas air waduk. Jadi saya ingin mambantu pihak pengelola untuk mengevaluasi dan merumuskan upaya peningkatan kuallitas air waduk agar fungsi waduk dapat berjalan secara optimal,” ungkap mahasiswi Teknik Pengairan angkatan 2014 ini.
Upaya peningkatan kualitas air waduk yang dimaksud ialah seperti rancangan karamba jaring apung yang selanjutnya akan diuji efektifitasnya dan akan menjadi bahan kajian lanjutan.
Mahasiswi pengairan Universitas Brawijaya ini mengaku bahwa harapan dari kegiatan ini ialah agar laporan dari kelompoknya dapat dijadikan referensi bagi pihak pengelola waduk-waduk di Indonesia untuk dijadikan acuan dalam monitoring dan evaluasi kualitas air waduk, serta upaya peningkatan kualitas ini dapat diaplikasikan oleh para petani ikan agar tidak merusak kualitas air waduk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *