Apa itu Reportase?

sumber gambar: https://digital-photography-school.com/rule-of-thirds/

Pernahkah Anda mendengar istilah ‘reportase’? Pasti sudah tidak asing lagi, bukan? Reportase adalah sebuah kegiatan berupa pemberitaan yang disajikan secara lengkap tentang suatu fakta dari peristiwa yang dilihat langsung. Hal yang biasa diberitakan di dalam sebuah reportase adalah fakta-fakta lapangan yang terjadi pada peristiwa tersebut. Selain fakta lapangan, hal yang dapat diberitakan dalam reportase adalah hasil investigasi yang telah dilakukan sebelumnya.

 

Orang yang membawakan berita reportase disebut sebagai reporter. Jika Anda melihat berita di TV/live streaming, biasanya seorang reporter mendatangi langsung tempat terjadinya peristiwa. Setelah itu, reporter mulai mengumpulkan data-data fakta. Data-data tersebut dapat berupa suasana tempat, hasil wawancara dengan orang yang berada di tempat, pengamatan tempat secara langsung, dan sebagainya. Data dapat dicatat maupun direkam, yang selanjutnya disusun untuk diberitakan. Biasanya, reportase pada saluran TV berita bersifat live/on air, artinya reportase tersebut menyampaikan sebuah kejadian secara langsung pada waktu itu juga. Namun, ada juga yang bersifat on demand, artinya reportase tersebut akan disiarkan saat berita tersebut dimunculkan pada sebuah acara.

 

Hasil dari sebuah reportase dapat menjadi dua bentuk, yaitu bentuk tulisan (artikel, berita, dsb) dan video. Reportase tidak harus selalu bersifat baku, seperti yang sering terlihat pada saluran TV berita. Pernahkah Anda melihat acara seperti My Trip My Adventure dan Wisata Kuliner? Acara-acara TV tersebut dapat dikategorikan ke dalam reportase, karena acara tersebut bersifat menyampaikan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Di dalam video reportase, video Anda harus dapat menunjukkan atau menyampaikan data-data lapangan yang valid (fakta lapangan) dan suasana yang sedang terjadi.

 

Selain data yg valid, dalam pengambilan video reportase juga perlu diperhatikan beberapa aspek teknis untuk menunjang data yg disajikan. Dalam sebuah video reportase, sebaiknya dapat menggambarkan suasana yang sedang terjadi pada suatu tempat. Hal ini agar pemirsa dapat mengetahui, memahami, dan juga merasakan suasana yang terdapat di dalam video reportase Anda. Anda dapat merekam video sendirian maupun bersama teman. Jika Anda sedang mengajak wawancara seseorang, tidak ada salahnya Anda merekam diri Anda bersama narasumber saat sedang proses wawancara. Wawancara diperlukan untuk mengetahui pendapat dari sudut pandang yang lain dan juga dapat menambah data lapangan yang ada. Teknik untuk merekam video reportase dapat menggunakan teknik-teknik yang digunakan untuk fotografi. Sebelum pengambilan sebuah video reportase, ada baiknya Anda mulai mencari point of interest (POI). POI dapat berupa sebuah objek atau suasana yang menarik perhatian Anda maupun orang lain.

 

Terdapat beberapa teknik yang dapat Anda gunakan. Pada umumnya, pengambilan video menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:

1. Rule of Third

Komposisi ini adalah komposisi yang paling umum digunakan, baik oleh fotografer maupun videografer. Komposisi ini digunakan untuk mencapai keseimbangan dalam video yang akan diambil, sehingga video akan enak dilihat. Selain itu, komposisi ini dapat digunakan untuk meluruskan horizon pada video Anda. Pada rules of thirds, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar baik secara vertikal maupun horisontal sehingga anda memiliki sembilan area yang sama besar. Dengan demikian, kita sekarang memiliki pertemuan empat titik yang dapat disebut sebagai empat titik mata.

 

Sebelum menggunakan komposisi ini, Anda harus mengetahui POI yang akan Anda rekam. Setelah itu, Anda dapat memilih sebuah area dari sembilan area pada grid yang ada. Anda dapat menggunakan 1/3 area sampai 2/3 area, sesuai dengan kreativitas Anda. Selain area, Anda juga dapat meletakkan objek pada salah satu dari empat titik mata yang ada.

2. Close-up

Close-up adalah pengambilan video dari jarak dekat. Teknik ini digunakan jika Anda ingin menampilkan detail dari POI atau suasana yang Anda pilih. Dengan begitu, penonton akan dapat melihat lebih dekat dan detail dengan objek yang Anda pilih untuk di-close-up.

3. Wide shot

Wide shot adalah pengambilan video yang mengambil keseluruhan suasana pada satu frame video. Anda dapat memakai teknik ini jika Anda ingin menunjukkan keseluruhan suasana yang sedang terjadi.

 

Seperti itulah definisi reportase, jenis reportase, dan teknik pengambilan video reportase secara umum. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda sekalian. Sekian, selamat mencoba, dan salam Persma!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *