Di Balik Damainya BEM Teknik dalam Aksi 2 Mei

Halaman Rektorat Universitas Brawijaya (2/5) tepat pukul 09.30 WIB menjadi saksi bisu Aksi 2 Mei yang diprakarsai oleh Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya. Dilansir dari laman em.ub.ac.id, aksi ini diawali dengan menjemput mahasiswa Program Studi Vokasi dilanjutkan dengan long march menyusuri FKG, FK, FP, FPIK, FMIPA, FAPET, FISIP, FIB, FH, FIA, dan FEB. Lantas, kemana FT?

“Tanggal 2 mei itu bukan sekedar perayaan, apalagi panggung politik,” ungkap Rachdian Rizqi Abadi selaku perwakilan pihak BEM FT-UB periode 2017/2018. Ketika menghadiri konsolidasi, FT selalu mengikuti pembahasan substansi dari awal sampai akhir, tidak pernah absen. Namun seiring berjalannya konsolidasi, ditemukan faktor yang dirasa menciderai forum. Yaitu, ikutnya ‘oknum-oknum’ dari luar pihak-pihak BEM Fakultas yang ada di UB. Terkait siapa ‘oknum’ itu sebenernya, pihak BEM FT enggan menyebutkannya dengan gamblang. Kehadiran ‘oknum’ tersebut diketahui pihak BEM FT dari absensi – yang seharusnya hanya diisi oleh pihak BEM Fakultas yang ada di UB tanpa campur tangan pihak luar. “Dua tahun terakhir pun ada aksi 2 mei dan kita nggak pernah ikut. Dan teknik masih aman-aman aja sampe sekarang,” imbuhnya.

Diwawancarai pada Rabu (2/5), sejauh ini pihak BEM FT belum berkomunikasi kepada pihak dekanat terkait Aksi 2 Mei ini.  Sedangkan untuk penyaluran informasi dari Universitas ke jurusan-jurusan, BEM FT memilih melalui FDH (Forum Dewan-Himpunan). Tapi hampir tidak ada respon dari KBMT sendiri.  “Soalnya kami lihat juga temen-temen teknik ini sibuk dengan tugas-tugasnya masing-masing per jurusan,” imbuh mahasiswa semester 8 ini.

Mengenai substansi pembahasan, BEM FT menyetujui enam tuntutan yang diajukan oleh Aliansi Mahasiswa Brawijaya Menggugat, namun kurang menyepakati untuk penolakan PTN-BH. “Karena kita belum dapat kejelasan sama sekali dari UB. Tapi untuk pola berpikir kami masih sama, kita minta data real dulu dari universitas baru kita menyikapinya, menolak atau menyepakati. Soalnya temen-temen dari fakultas lain itu rata-rata menggunakan data dari hipotesanya, menolak lalu minta data real,” Jelas Rizqi. Sebenarnya BEM FT sudah menyinggung substansi perihal PTN-BH bersama LPM SOLID. Selain itu juga mengadakan rapat internal di lingkar dewan mengenai 2 Mei dan dari BEM berapa kali mencari informasi, salah satunya seputar BUA Atsiri.

Ketika ditanya mengenai sikap BEM FT tehadap student loan, Rizqi menjelaskan bahwa untuk student loan tidak begitu mendalami tapi secara peraturan atau undang undang yang berlaku menurutnya itu diperbolehkan asal tidak ada kredit berbunga. “Dan di tuntutan itu yang ditolak bukan student loan-nya tapi sistem kredit berbunga,” lanjutnya.

Meskipun tidak ikut dalam aksi Rabu (2/5) lalu, BEM FT tetap akan mengawal hasil dari aksi tersebut. “Kita minta audiensi dan tuntutannya apa aja nah itu yang akan dibawa di audiensi nya nanti,” terangnya. Sedangkan kepada pihak dekanat, 2 Mei ini pihak BEM FT tidak melakukan aksi apapun. “Nggak ada (aksi 2 Mei) karena hubungan kami dengan dekanat fakultas baik baik aja. Dan kalau ada masalah, langsung kami samperin bapak Wakil Dekan 3 atau dekannya langsung. Jadi kita nggak perlu aksi,” jawab Rizqi diakhir sesi wawancara bersama redaksi SOLID. (rtp/kn/sca/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *