I-Challenge 2018: Mengusung 4 Poin Melalui SDG

 

I-Challenge merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Pada tahun ini, I-Challenge memilih Gedung Samantha Krida untuk mendirikan Exhibition yang bertepatan dengan tanggal 17 Maret 2018. Menurut Rafi Rinaldi selaku ketua pelaksana, event ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di seluruh dunia yang terangkum dalam sebuah program PBB bernama Sustainable Development Goals (SDG). Dari 17 poin-poin penting yang terdapat di program tersebut, I-Challenge tahun ini mengusung 4 poin. “Ada tentang energi, lingkungan, kebersihan air, dan kebutuhan makhluk hidup.”

Salah satu peserta yang mengikuti ajang perlombaan I-Challenge ini adalah tim BALISA, yang diketuai oleh Mohammad Fahmi Fathikhul Umam dari Universitas Brawijaya. Fahmi, nama sapaanya, menuturkan bahwa produknya berasal dari limbah organik yaitu kentang, wortel, dan tomat. Mengandalkan proses fermentasi, tim BALISA menegaskan bahwa produknya dapat menghasilkan listrik dengan rata-rata 13.6 volt, yang dapat digunakan untuk mengisi baterai ponsel.

Lain halnya dengan tim yang diketuai oleh Yuda Satria Syaifi dari Institut Teknologi Bandung. Berawal dari kasus yang sering terjadi pada penduduk pesisir laut, yang mana sangat dekat dengan laut namun sangat kekurangan air bersih, tim ini berinisiatif menciptakan MEDICRY. “Medicry adalah Membran Distilation and Crystallysation. Produk ini bertujuan untuk menghasilkan air bersih dengan menguapkan air seperti distilasi, sehingga bisa terpisahkan dari garam dan bisa menghasilkan air bersih.”

Lantas, bagaimana tanggapan mereka mengenai I-Challenge 2018?

Yoew Eu Lun, mahasiswa semester 8 dari Universiti Kebangsaan Malaysia mengungkapkan bahwa dirinya dan tim cukup senang dan antusias berada dalam ajang I-Challenge 2018 ini. “I-Challenge 2018 menghadirkan ide-ide yang cukup fresh, dan menyenangkan bagi saya untuk bertemu ide-ide baru serta wajah-wajah baru.”

Dari sudut pandang Mayong Nanda Hardianta, selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia, “Dibandingkan tahun lalu, menurut saya I-Challenge tahun ini nilainya 9.” Ia menilai, persiapan panitia sudah cukup matang, euforia peserta sudah meningkat dari tahun lalu, dan lebih selektif.

Di penghujung acara, didapatkan pemenang yang secara berurutan diraih oleh tim yang berasal dari UNDIP, ITB, dan UB. Sedangkan untuk kategori Affordable & Clean Energy diraih oleh UNDIP, kategori Life on Land dipegang oleh UGM, dan kategori Sanitation & Life Below Water disematkan untuk UKM. (gz/dem/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *