Krida Tiga Fakultas, Jargon Teknik Terdengar di UB

LPM Solid, Malang – Diantara agenda rutin yang dilaksanakan saat krida Fakultas Teknik adalah long march. Tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, long march melibatkan seluruh Mahasiswa Baru (maba) Fakultas Teknik, panitia serta jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa yang secara bersama mengucapkan jargon Fakultas Teknik dengan lantang.

Rute long march dimulai dari depan parkiran Teknik melewati Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Widyaloka, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik hingga kembali ke Fakultas Teknik.

Dengan adanya long march diharapkan dapat meningkatkan rasa bangga terhadap Fakultas Teknik. “Rasa bangga itu bisa di arahkan ke bidang akademik dan bidang non-akademik,  contohnya seperti  juara pkm, yg non-akadmeik misalnya juara OB dan juara MTQ.” ungkap Mohammad Fauzan selaku Ketua Pelaksana Krida.

Long march kali ini dilaksanakan pada saat krida ke-tiga Fakultas Teknik. Dimana krida satu bertujuan untuk menanamkan maba tentang Fakultas Teknik terutama dalam hal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). “Soalnya kan tahun kemaren yg maba Teknik itu juara 5 (PKM) dari semua Fakultas. Harapannya kami dengan krida ini maba juara 3 besar” ungkap Fauzan

Kemudian pada krida dua, Fauzan menjelaskan bahwa materi yang disampaikan adalah berupa cara berinteraksi di Fakultas Teknik. “Kami memberitahu pentingnya interaksi. Jadi mahasiswa baru ini harus bisa berinteraksi dengan civitas akademika Teknik, seperti dosen, mas mbaknya, satpam, dan OB.” tambah Fauzan.

Pada krida tiga, selain long march,  mahasiswa baru juga diberikan materi yang difokuskan mengenai keberagaman yang ada di Fakultas Teknik. Alasan diberikan materi ini dikarenakan mahasiswa baru tidak hanya berasal dari satu tempat atau daerah saja sehingga mahasiswa baru diharapkan ‘dapat bersatu’.

Barikade Fakultas Teknik ini melewati Fakultas-Fakultas yang ada di Universitas Brawijaya saat long march berlangsung, lantas bagaimana aturan mengenai teritori yang berlaku?

Menurut Ketua pelaksana, sosial media yang mempermasalahkan mengenai teritori adalah ‘tidak tepat’. “Menurut saya itu tidak tepat aja. Soalnya setiap fakultas punya korlap (koordinator lapangan) eksternal, koorlap eksternal yang membahas mengenai teritori.” Ungkap Fauzan.

Persiapan untuk long march salah satunya adalah perizinan. “Kami sudah izin ke fakultas lain, dan kami sudah izin ke BEM-BEM mereka, (fakultas) yg kami lewati, dan korlap eksternalnya juga sudah setuju. Kalau ada yang ngebahas teritori, itu bahasannya di korlap eksternal. Jadi, kalau misalnya orang lain, ada yg protes tentang teritori, saya tinggal tanya, kenapa mereka punya korlap eksternal?”  ungkap Fauzan.(Zet/Dem/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *