WAWANCARA BEM FT – Empat LSO hingga Kondisi Gedung Kemahasiswaan di Fakultas Teknik (bagian tiga)

Gedung Kemahasiswaan Fakultas Teknik

LPM Solid, Malang – Terdapat beberapa kelembagaan di Fakultas Teknik selain BEM dan Himpunan, seperti Yehezkiel dan Alhadiid yang fokus perihal keagamaan, Tekad yang fokus dengan keolahragaan dan Solid sebagai Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Teknik. Keempat lembaga ini, secara struktural merupakan Lembaga Semi Otonom yang berada dibawah naungan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik. Bagaimana bentuk sinergi antara BEM dengan LSO di Fakultas Teknik? Simak wawancara LPM SOLID dengan Koordinator BEM FT, Panser Prakoso, dalam tajuk: Empat LSO hingga Kondisi Gedung Kemahasiswaan di Fakultas Teknik dan juga sebagai tajuk penutup dalam artikel Wawancara BEM FT.

Sekarang kita coba membahas LSO mas, bagaimana sih menurut Mas Panser hubungan LSO dengan BEM

Kalau dilihat dari tahun lalu menurut saya sudah baik ya. Misal terkait tanda tangan, jadi sebelum periodenya Mas Reyhan (koordinator BEM periode 2015-2016) LSO hanya tanda tangan sendiri (di proposal) dan langsung ke Dekanat. Cara memperbaiki hubungannya, setidaknya ada tanda tangan  koordinator. Jadi setiap ada proker, LSO setidaknya mampir ke BEM. Dan untuk periode kemaren, Solid kalo tidak salah ada bulletin yang kerjasama dengan BEM. Terus alhadiid ketika ada acara tetap mengundang BEM. Nah saya juga sebenarnya pernah buka omongan atau wacana ke LSO bahwa setiap ada kegiatan internal juga mengundang BEM untuk hadir. Nanti untuk masalah bisa atau tidaknya kan kita pikir nanti. Dan kalo dari kami sendiri, kami sebenernya ada proker impian yang bisa kerjasama dengan LSO.

Kan tadi mas bilang hubungan LSO dengan BEM sudah baik, mungkin kalau dari LSO periode sebelumnya itu dengan BEM kekurangannya apa?

Pertama, kurangnya mungkin adalah komunikasi. Karena kan sering luput, misalkan Alhadiid, Yehezkiel, Solid ataupun Tekad itu buat acara yang bentrok dengan probin. Nah, padahal kan kita Teknik itu berdirinya dengan probin (program pembinaan). Mau tidak mau, walaupun itu LSO. Dan itu yg sering kita atur bagaimana bisa ketemu jalan tengahnya. Alhamdulillah, kemaren dari Yehezkiel, Solid, Tekad, sudah ada istilahnya sinkronisasi lah. Dan ketika saling menghargai itu yang menurut saya bisa menjalin suatu hubungan.

Mungkin ada bentuk koordinasi lain misal kunjungan dewan BEM ke Solid, Yehezkiel, atau ke Alhadiid?

Kalau kunjungan, kalau bentuknya misalkan formal menurut saya tidak. Kenapa? Karena kan takutnya menghabiskan dana dll gitu. Tapi mungkin bentuknya ya ngopi-ngopi ngobrol secara informal. Dan yang ingin kami perbaiki ya hubungan antar ketua kelembagaan.

Dari tadi kan kita bahas LSO ya mas, kalau dari periode tahun lalu atau tahun ini harapan untuk LSO kedepannya seperti apa? Misalkan jadi ada proker yang kolaborasi, itu harapannya bagaimana?

Harapannya satu sebenarnya, komunikasi. Dihilangkan stigma bahwa LSO itu jauh dari Teknik, jauh dari BEM Teknik. Karena, kalau secara struktural kan di bawahnya BEM Teknik. Jadi menjadi hal yang aneh, ketika BEM-LSO itu tidak sejalan. Kami ingin menerima LSO maunya gimana sih, Cuma tetap dalam jalur AD/ART. Jadi setidaknya tidak menyimpang.

Kira-kira Mas Panser mungkin tahu, kenapa mahasiswa Teknik sendiri kebanyakan jarang ke Gedung Kemahasiswaannya. Bagaimana menurut pandangan mas Panser, apa penyebabnya?

Paling pertama itu kebersihan ya. Kedua, kalo BEM itu saya ngeliatnya orang tuh anti sharing. Ketiga mungkin gedung kemahasiswaan kita—istilahnya—tidak lebih bagus lah dari gedung kemahasiswaan fakultas lain.

Kedepannya kira-kira ada tidak proker untuk memperbaiki GKM ini? Atau mungkin kolaborasi lansung degan LSO atau bagaimana? Karena dari 3 masalah itu ada masalah yang saya lihat dapat diatasi, seperti kebersihan GKM.

Yang kelayakan? Sebenernya itu yg susah dikoordinasikan dengan dekanat. Misalkan elektro nih, itu kan gedung kemahasiswaannya mau dirubuhkan, tapi diganti dengan gedung baru. Saya juga pernah dengar wawacara nya Solid dengan Pak Pitojo bahwa beliau selalu menawarkan kapan sih gedung kemahasiswaan ini mau di upgrade? Cuma kendalanya sampai sekarang itu kita belum nemu tempat alternatif untuk menjalankan kegiatan kemahasiswaan. Mungkin itu yg perlu dikaji, dan diobrolkan dengan pihak dekanat.

Untuk masalah kebersihan memang perlu adanya kesadaran dari kelembagaan masing-masing, bahwa kebersihan ya milik bersama. Dan sebenarnya periode kemaren sudah mulai ada bentuk nyatanya. Simpelnya membersihkan toilet. Jadi ada shift kelembagaan, misal hari ini tuh shiftnya BEM untuk membersihkan toilet, selanjutnya siapa. Mungkin yang perlu dilaksanakan ya mematuhi itu, mungkin ya.

Baca juga : Wawancara BEM FT bagian 3

Terimakasih sudah mau diwawancarai oleh Solid. Ini ada pertanyaan terakhir, harapan Mas Panser kedepannya untuk KBMT, sebagai Mas Panser seorang mahasiswa dan Mas Panser sebagai dewan BEM itu bagaimana?

Harapan saya kalau pribadi mahasiswa jaman sekarang itu harusnya berani berbicara dan berani bertindak. Jangan hanya berkoar-koar di media sosial. Ketika memang punya unek-unek ya silahkan buat artikel, sampaikan ke lembaga pers. Ketika tidak suka terhadap hal silahkan mengkritik dengan cara yang baik. Jangan hanya ngedumel di media sosial, tapi tidak ada kelanjutannya. Jadi menurut saya yang harus dipertahankan adalah perjuangan di kemahasiswaan. Karena ketika mahasiswa saja sudah ngga berani berjuang, nanti di dunia kerjanya seperti apa gitu kan.

Yang kedua kalau sebagai BEM harapannya terjadi komunikasi dan sinergi antara kelembagaan, dan KBMT. Karena yg perlu di pahami masing-masing, bahwa kita kelembagaan di BEM itu hanya sebagai fungsionaris. Hanya sebagai alat kelengkapan. Karena Oranganisasinya itu KBMT.  (zet/cim/red)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *