WAWANCARA BEM FT –  Mulai Isu Teknik di Medsos Hingga ‘Celetukan’ Supporter (bagian 2)

 

 

Supporter Fakultas Teknik saat Olimpiade Brawijaya. (Photo:Faqih)

LPM SOLID, Malang – Seiring dengan kemajujan teknologi yang semakin pesat, penyebaran informasi di media-pun juga semakin mudah dilakukan. Saat ini, media yang menjadi alat yang cukup efektif dalam penyebaran informasinya adalah media online. Selain dipuji karena prestasi dan hal lainya, Mahasiswa Fakultas Teknik juga kerap menerima sindiran – sindiran, diantaranya yang sempat menjadi buah bibir adalah isu teritori hingga supporter. Bagaimana koordinator BEM Teknik menaggapi hal ini? Simak wawancara LPM SOLID dengan Panser Prakoso Mukti berikut ini:

Teknik UB terkenal sebagai sumbu pendek, contohnya di akun media sosial sering sekali yang berusaha memicu perang yang sebenarnya tidak tertulis langsung untuk Teknik. Tanggapan mas Panser bagaimana, dan sikap BEM untuk mengatasi hal itu?

BEM sebenarnya tidak sumbu pendek, cuman yang selalu disinggung itu masalah pembinaan. Pembinaan di Teknik itu mengerjakannya dengan hati. Nah, ketika sesuatu dilakukan dengan hati, terus di kritik tanpa tau informasi sebenarnya itu ‘kan istilahnya melawan. Cuman yang saya lihat bahwa perubahan itu tidak bisa terjadi dalam sekejap, yang saya lihat juga itu KBMT sudah mulai paham bahwa hal apa yang dilakukan di Teknik itu bakal tersebar luas informasinya dan semua orang bisa lihat. Contoh: KKM dan probin sekarang, itu sudah dijadikan berita di dekanat, rundownnya diupload di dekanat. Jadi, menurut saya yang dibilang sumbu pendek itu adalah bentuk sayangnya KBMT ke Teknik. Cuman memang ada hal yang perlu diperbaiki dan itu tidak terjadi secara spontan.

Hal-hal yang perlu diperbaiki contohya?

Terkait informasi, memang kritik itu berdasarkan fakta yang harus diterima. Cuma memang Teknik sulit menerima kritik yang destruktif, karena selama ini orang luar memberikan kritik tanpa solusinya. Dan contohnya waktu itu pernah viral masalah teritori. Yang saya bingung, ketika media memviralkan itu, padahal korlap ataupun struktural untuk bahas teritori ‘tuh sudah ada dan semua fakultas menyepakati. Dan saya—mungkin—kecewanya, ketika semua fakultas sudah menyepakati, tapi kok ada yang menolak itu? Jadi kan seolah-olah bentuk kerjasama itu percuma. Saya pun mau ketika membahas—istilahnya—protes dari fakultas lain, cuman dengan struktural yang pas. Misalnya dengan antar kelembagaan. Tetapi, ketika itu memang mencuat dari omongan orang ke orang, bagaimana saya bisa percaya bahwa itu data yang valid? Karena selama ini juga saya percaya kepada panitia yang menjalankan. Dan selama ini, belum ada undangan resmi dari fakultas dan EM menolak. Misalnya yang kemarin itu teritori ataupun apa. Sebelum ada itu, saya tidak percaya bahwa UB menolak apa yang dilakukan Teknik.

Tadi mas Panser bilang percaya dengan bukti yang nyata, sekarang kita keluar dari bahasan sosial media. Kemarin KBMT waktu futsal putri KBMT ada yang melontarkan kata-kata yang kurang pantas kepada lawan pemain, itu menurut mas bagaimana?

KBMT dalam ranah supporter ya? Kalo misalkan mas mbak disini pernah menonton pertandingan bola di stadion, sebenarnya hal yang diucapkan supporter ke pemain itu wajar. Seperti misalkan kemarin itu sampai diberhentikan ya permainannya? Sebenarnya kalau tidak ada tindakan yang membahayakan pemain, seperti melempar botol atau melempar apa ke lapangan, sebenarnya tidak harus dihentikan, dan saya-pun percaya panitia mempunyai SOP mengendalikan supporternya. Ketika supporter melanggar, yaa, jatuhkan sangsi aja. Kalau misalkan ada yang bilang, “Kok Teknik seperti itu?”, kami pun gak mengajarkan Teknik seperti itu, itu spontan dan itu supporter.

Tanggapan mas mengenai supporter yang notabenenya mendukung pemain, tapi yang terlihat itu Teknik malah cenderung bukan mensupport pemainnya tapi malah menjatuhkan pemain lawan tidak seperti fakultas lain yang benar-benar mensupport pemainnya untuk menang?

Menurut saya itu tergantung perspektif. Seperti fakultas lain dengan bass-drumnya mendukung timnya, mau tidak mau itu mempressing fakultas lain yang menjadi lawan timnya. Nah, support dan pressing itu merupakan perspektif dari siapa yang melakukannya. Jadi, itu mungkin bentuk KBMT mendukung pemain kita, tapi pemain lawan ke pressing. Sama seperti fakultas lain yang ingin mensupport timnya, tapi kita terpressing dengan bass-drum seperti itu. Menurut saya, itu hal yang wajar dalam dunia supporter. Kecuali untuk hal-hal yang berbau pidana, seperti tindak pemukulan dan lain-lain, itu udah kelewat batas wajar. Tapi kalau itu masih celetukan yang masih dapat dikondisikan, menurut saya wajar ‘sih. (Zet/Cim/Red)

Baca juga: Wawancara BEM FT- Sepuluh Dewan BEM Teknik (bagian 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *