Warna-Warni Olimpiade Brawijaya 2017

Teknik Juara – Kontingen Teknik membawa spanduk bertuliskan Teknik Juara.

LPM SOLID, Malang – 29 September 2017 atsmosfer kompetisi begitu terasa, lantunan jargon masing-masing fakultas terdengar silih berganti. Ya pada hari ini, Jum’at, berlangsung upacara pembukaan salah satu ajang bergengsi di Universitas Brawijaya yakni Olimpiade Brawijaya atau disingkat OB, walaupun pertandingan sebenarnya telah dimulai sejak 23 September lalu.

Olimpiade Brawijaya tahun ini diramaikan dengan penampilan dari Marching Band Universitas Brawijaya, UNITARI, dan penampilan dari Sound Of Malang. Tidak lupa juga para supporter dan kontigen masing-masing dari 17 Fakultas di Universitas Brawijaya yang ikut meramaikan GOR Pertamina Universitas Brawijaya.

Tidak ada perbedaan secara visual yang ditampilkan di upacara pembukaan Olimpiade Brawijaya tahun ini, namun ada perbedaan yang paling mendasar yaitu pada konsep OB tahun ini. “Untuk perbedaan konsep tahun ini dan tahun lalu itu kita memiliki tema bagaimana kita menumbuhkan semangat dari mahasiswa sendiri. Di konsep tahun ini kita memberikan bagaimana konsep kekeluargaan yang kita miliki itu sendiri “  ungkap Koordinator acara OB, Rasjid

Kontingen Teknik- Kontingen dari Fakultas Teknik bersiap sebelum pembukaan OB berlangsung

Konsep tahun ini, lanjut koordinator acara yang merupakan mahasiswa FILKOM 2015, digambarakan sebagai “Pirate” atau bajak laut, yang memiliki makna terus mencari apa yang mereka inginkan, yang di implementasikan agar berlomba secara supportif untuk menjadi juara dan terus menggali potensi diri masing-masing mahasiswa. Tema untuk OB tahun ini yaitu SIPARAS, Supportif, Aktif, dan Selaras.

Upacara pembukaan Olimpiade Brawijaya yang telah dilaksanakan berlangsung lancar dan kondusif antar supporter, walaupun antusiasme supporter diluar gedung GOR Pertamina Universitas Brawijaya dapat terdengar hingga kedalam aula. Rasjid mengatakan sudah mempertimbangkan berbagai macam aspek untuk acara OB dan bahwa semua acara telah terkendali karena telah dilakukannya simulasi antar panitia jika terjadi keributan, dan sanksi yang akan diberikan berupa teguran ringan kepada supporter yang menyalahi aturan. “Peringatannya hanya memberikan himbauan, kita tidak ingin terlalu mengikat mahasiswa karena ini merupakan bentuk dari euforia itu sendiri.” Ujarnya.

Selain itu ada keganjalan yang terjadi, terdapat satu barisan yang kosong. Barisan kosong ini milik kontingen dari kampus UB III. Ditanya perihal tidak hadirnya kontigen dari Kampus UB III, Rasjid menjawab “tidak sempat untuk menghampiri acara”

Pesan yang ingin disampaikan oleh Koordinator Acara Opening Ceremony Olimpiade Brawijaya 2017 adalah agar kontigen yang ikut berjuang dan turut andil dalam OB terus menggali dan mengeluarkan potensi yang tinggi dan paling baik yang mereka miliki, sama-sama berjuang untuk mencapai apa yang ingin mereka tuju dan perjuangkan.

Olimpiade Brawijaya tahun ini diwarnai dengan isu yang beredar  bahwa surat keputusan (SK) Rektor belum turun hingga pembukaan berlangsung. Rasyid enggan berkomentar ketika ditanya perihal SK  tersebut. “Untuk masalah itu, saya masih belum bisa menjawab. Disini saya hanya sebagai Koordinator Acara dan saya tidak memiliki wewenang sejauh itu” ungkap Rasjid.

Masing-masing fakultas diwakilkan oleh 52 orang yang mengikuti upacara pembukaan di dalam gor. Koordinator BEM Teknik, Dzaky Falakhi sempat memberikan pidatonya sebagai wakil dari Fakultas Teknik karena meraih predikat sebagai juara umum Olimpiade Brawijaya pada tahun 2016 lalu.

(Reporter: DF Maulida/Photographer: Faqih Syahputra)

One thought on “Warna-Warni Olimpiade Brawijaya 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *