​Estungkara, Lomba khas 17-an Di Fakultas Teknik

LPM Solid, Malang – Estungkara yang merupakan ajang perlombaan memperingati hari kemerdekaan Indonesia kali pertama digelar pada hari Minggu (3/9) di halaman Dekanat Fakultas Teknik.

Acara ini dimeriahkan dengan beragam perlombaan khas 17-an  diantaranya adalah tarik tambang, balap karung, rally games, lempar bola dan UNO stacko.

Dengan tajuk “Dhuwur Meksane Endhek Wiwitane” Estungkara memiliki tujuan yaitu memperkuat persatuan di Fakultas Teknik. Kata ‘Estungkara’ sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta yang berarti berani menghadapi masalah.  Selain itu, dengan digunakan bahasa sansekerta diharapkan dapat semakin membangkitkan citra Brawijaya yang berasal dari kerajaan di Jawa sehingga akan lebih berasa euforianya secara mendalam.

Dengan diselenggarakanya beberapa perlombaan diharapkan tujuan dari adanya Estungkara dapat tercapai. “Awalnya emang agak gambling ketika dibuat perlombaan antar jurusan akan mempererat persatuan atau bahkan menimbulkan perpecahan, namun saya yakin dengan eratnya kebersamaan yang ada akan semakin meningkatkan persatuan.” ujar Kukuh Ardian selaku ketua pelaksana. Selain itu, tambahnya “Berabagai macam peraturan dibuat dapat meningkatkan persatuan dan kebersamaan, seperti salah satunya adalah minimal harus ada dua angkatan yang berpartisipasi dalam perlombaan”

Menurut Laily yang merupakan salah satu peserta lomba, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan acara tersebut. “Banyaknya masa yang fokus hanya dalam satu perlombaan, karena beberapa lomba yang membutuhkan masa yang banyak diadakan bareng. Mungkin tahun depan bisa diadakan lebih awal rundownya, sehingga tidak barengan sehingga euforia dan kebersamaanya akan lebih kerasa. Kemudian mungkin bisa ditingkatkan kordinasi dan persiapan panitianya.” Meskipun begitu, laily juga menambahkan bahwa “Estungkara sudah cukup baik dan akan lebih baik lagi jika diselenggarakan tiap tahun”.

Selain bertujuan untuk memperkuat persatuan di Teknik, Estungkakra yang merupakan program kerja dari BEM dan terdiri dari kepanitian yang merupakan mahasiswa angkatan 2016 ini memiliki harapan agar dapat berlangsung setiap tahun. Harapanya, ungkap ketua pelaksana “Euforia Estungkara dapat terus dirasakan ke angkatan-angkatan selanjutnya. Karena Perdana, harus dibuat terkesima agar nantinya jika diselenggarakan kembali Estungkara dapat membuat lebih bangga para pendahulunya dan adik tingkat pun akan enjoy, semangat dan bangga meneruskanya.” (zet/Ir/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.