Mahasiswa Teknik Pengairan Menganalisa Rembesan pada Bendungan Sutami

Program Kreativitas Mahasiswa atau biasa disingkat dengan PKM merupakan kegian yang diselenggarakan oleh Dikti guna memberi ruang untuk para mahasiswa menunjukkan kreativitasnya. Penyusunan proposal PKM cenderung menjadi aktivitas mahasiswa di awal tahun ajaran karena tenggat waktu pengumpulan proposal ke Dikti biasanya ditetapkan pada semester ganjil. Itu lah hal yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan yang diketuai Yoggie Azhary Augustiman dengan anggota Yulia Amirul Fata, Titih Pawestri, Muhammad Farid Fakhruddin, dan Ni Made Candra Partarini.

PKM-P dengan judul “Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner Schlumberger Untuk Menganalisa Aliran Rembesan (Seepage Water Table) di Bendungan Sutami, Malang” dibuat berdasarkan pengelaman para anggota ketika mengetahui fakta bahwa salah satu outlet V-Notch rembesan di hilir Bendungan Sutami kering sehingga hal ini dianggap tidak sesuai karena secara teoritis rembesan akan selalu ada di tubuh bendungan tipe urugan.

Selain itu, tentang fakta pentingnya untuk mengetahi aliran filtrasi di tubuh bendungan menginspirasi mereka untuk mebuat metode yang bisa menyelesaikan hal tersebut dengan tujuan untuk mengetahui penerapan metode geolistrik konfigurasi wenner schlumberger dalam menganalisa pola rembesan (seepage water table) di Bendungan Sutami, Malang.

Tim yang terbentuk sejak satu tahun 2016 ini pada awalnya mengusulkan PKM dalam bidang GT (Gagasan Tertulis) namun tidak lolos. Kemudian para anggota mencoba kembali pada PKM 5 Bidang yaitu, PKM-P (Penelitian). Ide dari PKM-P ini berawal dari keinginantahuan serta diskusi dengan Dr. Ery Suhartanto, ST., MT selaku dosen pembimbing mengenai bendungan serta membuat teknologi yang berhubungan dengan salah satu bangunan utama Teknik Pengairan. Setelah menunggu pengumuman dalam beberapa bulan, akhirnya tim mereka dinyatakan lolos Tahap Pendanaan Dikti pada awal Maret 2017.

Hingga saat ini setelah melakukan berbagai kegiatan seperti survei, perencanaan, pengukuran, kalibrasi, dan analisa selama kurang lebih 2,5 bulan, progress yang didapatkan sebesar 93,75 % dari proses penelitian.

“Hal yang dilakukan setelah itu adalah mengurus publikasi serta laporan akhir untuk persiapan Monitoring dan Evaluasi Eksternal yang akan diadakan setelah Hari Raya Idul Fitri. Semoga PKM ini dapat lolos PIMNAS sehingga dapat menjadi prestasi yang membanggakan untuk Teknik Pengairan Fakultas Tenknik Universitas Brawijaya serta dapat diterapkan sebagai salah satu instrumen pemantauan rembesan di bendungan urugan” ujar Yulia Amirul Fata salah satu anggota dari tim PKM tersebut.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.