​ R. N. Rahadian A. : Akademik dan Organisasi Harus Seimbang

LPM Solid, Malang – Setelah mengikuti serangkaian proses Pemilihan Wakil Mahasiswa (PEMILWA) Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMPWK), terpilihlah Ketua Himpunan (Kahim) PWK yang baru yaitu Rahadian Adjarsusilo.

Pria yang memiliki hobi menonton film ini menganggap bahwa hal terpenting di teknik itu bagaimana cara berkomunikasi dan kerja sama yang tidak hanya didapat di akademik saja. Melainkan bisa diperoleh dari beorganisasi dan mengikuti kegiatan kemahasiswaan yang lain. Memang tujuan utama menjadi mahasiswa itu akademik, tetapi hal-hal seperti itu juga penting. Dan hal-hal tersebut tidak dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Mungkin beberapa tahun ke depan. “Setiap kegiatan pasti ada manfaatnya.” Kalimat itulah yang dipegang oleh Rahadian sejak awal semester tiga.
Pria yang lahir pada tanggal 26 Juni 1996 ini memiliki visi yaitu terwujudnya HM dan KBM PWK yang menyatu dalam pengembangan SDM kreatif guna mencapai kompetensi mahasiswa yang unggul dan bermanfaat, serta memiliki misi yaitu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi di era digital melalui SDM kreatif, meningkatkan kompetensi mahasiswa dengan cara berprestasi di akademik maupun non akademik, menyiapkan regenerasi SDM melalui pembinaan dan kaderisasi, dan penguatan internal KBM melalui koordinasi tiap angkatan.
Dengan adanya misi yang pertama yaitu memanfaatkan perkembangan teknologi informsi di era digital melalui SDN kreatif, Rahadian akan lebih memfokuskan pada pemanfaatan media sosial. Jadi, setiap program kerja yang ada akan dipublikasikan menjadi video dokumentasi, terutama melalui situs youtube.
Pesan dari Rahadian untuk Keluarga Besar Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (KBMPWK) yaitu lebih sadar kalau kita ini keluarga tanpa dipertegas lagi. Seperti layaknya posisi adik dan kakak dalam keluarga. Adik menghormati kakaknya, dan kakak menyayangi serta mengayomi adiknya. Namun, ketika dalam pekerjaan tetap berlaku profesional. Serta, tingkatkan partisipasi. HM tanpa partisipasi KBM juga tidak akan berjalan. KBM tanpa HM juga tidak ada yang mengakomodir. Sehingga intinya, HM dan KBM saling membutuhkan. (cap/goy/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *