Peringkat Dua KRI Regional IV, UB Sulit Kalahkan Pens

Para Juara berfoto diatas panggung (Solid).

LPM Solid, Malang –  Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah pada ajang Kontes Robot Indonesa (KRI) regional IV yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada 4-6 Mei 2017. Puncak acara berlangsung di gor Pertamina, Universitas Brawijaya pada Minggu (6/5).

Kontes Robot Indonesia merupakan kegiatan kontes bidang robotika yang dapat diikuti oleh mahasiswa dari institut atau perguruan tinggi yang terdaftar di Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kontes robot ini merupakan acara yang rutin diadakan setiap tahun dan seleksi regional yang berlangsung kemarin melibatkan peserta yang berasal dari universitas atau institut di Jawa Timur, Nusa Tenggara, Bali, Maluku dan Papua.

Kompetisi yang digelar di Gor Pertamina UB sebagai venue utama pertandingan dan gedung Samantha Krida sebagai tempat pitstop robot pun diikuti oleh 40 perguruan tinggi. Terdapat lima kategori lomba yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI).

“Kompetisi untuk Regional IV ini sudah seperti ajang seleksi nasional karena  tim-tim yang sering langganan menjadi juara nasional KRI berkumpul disini. ” ujar Adharul Muttaqin selalu sekertaris umum panitia seleksi regional IV.

Menurut salah satu anggota perwakilan tim dari Institut Teknokogi Sepuluh Nopember acara pertandingan secara keseluruhan sudah bagus dan memuaskan .”Persiapanya cukup lama yaitu 1 semester lebih, dan ada kendala-kendalanya yaitu ketika mendesain robot dan trouble shooting.” Ungkapnya,

Ketua pelaksana yang juga merupakan wakil dekan III FT UB  bidang kemahasiswaan Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT mengungkapkan tanggapanya sebagai tuan rumah KRI. “Sebagi tuan rumah KRI, UB menyiapkan serta menyambut ini dengan baik”. Ungkapnya,

Tidak hanya sebagai tuan rumah, UB juga menyiapkan tim yang ikut bertanding pada kontes robot skala nasional ini. “Kita memang sulit mengalahkan Pens (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), tetapi kita (tim robot UB)  sudah menduduki peringkat kedua dibawah Pens”. Hal tersebut, ungkap ketua pelaksana disebabkan karena Pens sudah memiliki pengalam lebih dulu.

Ditanya soal harapan pada tim robot Universitas Brawijaya, Ketua pelaksana mengungkapkan “Mudah-mudahan saja pada bulan Agustus iika kita lolos bisa mengikuti kontes di Jepang”

Dari 5 kategori yang dilombakan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya berhasil menyabet Juara umum dan Suporter terbaik. Sedangkan tim dari Universitas Brawijaya berhasil menduduki peringkat 1 dalam kategori KRSTI. (Har/ Dey/ Zah/ Ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *