Papermob, Kebanggaan atau Ikut-ikutan?

Pemandangan yang pernah menghiasi kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Universitas Brawijaya di tahun 2015 terulang di tahun 2016 ini dengan lebih meriah. 12.866 mahasiswa baru 2016 membentuk suatu formasi dengan bantuan panitia raja brawijaya membentuk suatu formasi paper mob dimana akan terlihat suatu tulisan besar yang bertuliskan “Universitas Brawijaya 2016”. Tak berhenti disitu, tak cukup bagi Raja Brawijaya Pusaka 54 ini untuk menampilkan 1 pola saja. Formasi paper mob yang ditampilkan oleh mahasiswa baru 2016 di pagi hari ini memiliki 3 pola gambar yang berbeda. Terpampang juga gambar Pusaka 54 yang merupakan identitas sang Raja Brawijaya tahun 2016 ini lalu terlihat juga pola bertuliskan “Juara Umum Pimnas 2016”.

“Bertuliskan Juara Umum PIMNAS 2016 diharapkan para mahasiswa baru 2016 akan termotivasi untuk meneruskan perjuangan dari apa yang sudah kita capai” ujar Zaenal Kurniawan selaku CO. Humas Raja Brawijaya 2016.
Diadakannya paper mob yang memiliki 3 pola tersebut supaya mahasiswa baru 2016 memiliki kebanggaan akan brawijaya. “walaupun menurut universitas lain paper mob hanya sebatas tradisi, tapi menurut brawijaya sendiri pada tahun 2016 ini merupakan suatu capaian yang luar biasa” ucap Azis Razak selaku CO. Acara raja brawijaya 2016. “2014 tidak terdapat paper mob, 2015 merupakan langkah awal kami, dan 2016 adalah capaian terbesar kami” tambahnya.

Kesuksesan penampilan papermob tiga pola tersebut bukan tanpa hambatan, terlihat para panitia SPV tampak kesusahan untuk mengkoordinir para mahasiswa baru dalam pembagian kertas yang berdampak dengan molornya rundown. ”Molor sedikit memang” aku Azis. Menurutnya ini karena persiapan panitia yang hanya berjumlah 735 orang dan hanya berlangsung 12 hingga 14 hari. “Jika dibandingkan dengan universitas lain yang memiliki persiapan lebih dari 1 bulan, sudah terlihat bagus”, ujarnya.

Karena lama menunggu persiapan papermob itu pula, tidak sedikit mahasiswa baru yang tidak kuat dan jatuh pingsan. Panitia bersama Korps Sukarela dan Lakesma FK UB pun segera memindahkan mahasiswa baru yang berjatuhan menuju ruang kesehatan yang terletak di Gedung Ruang Kuliah Bersama.

“Waktu yang kami perkirakan sudah pas, mungkin para mahasiswa barunya saja yang belum bisa beradaptasi dengan kondisi di kota Malang ini” jawab Zaenal Kurniawan selaku CO. Humas Raja Brawijaya 2016 ketika ditanya alasan kenapa banyak mahasiswa baru yang jatuh sakit.

Tak hanya itu, untuk mempersiapkan papermob agar berjalan lancar, sebelumnya dilakukan simulasi yang mendatangkan mahasiswa baru dari cluster 7 hingga 17 pada tanggal 28 Agustus lalu. Pengumpulan mahasiswa baru ini telah melanggar Peraturan Rektor Universitas Brawijaya Nomor 32 tahun 2016 tentang Petunjuk Umum Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya Tahun Akademik 2016/2017 tepatnya BAB XIII Pasal 21 Ayat 2 tentang Larangan, yang berbunyi: “Melakukan mobilisasi atau mengumpulkan mahasiswa baru baik di dalam maupun di luar Universitas sebelum adanya penerimaan resmi dari Pemimpin Universitas”

Ketika ditanya mengenai hal ini, Zaenal berdalih panitia tidak melanggar Peraturan Rektor karena simulasi tersebut hanya bersifat undangan. “Kami hanya memberikan undangan kepada mahasiswa baru dengan cluster tersebut, sehingga terserah mereka mau datang apa tidak dan perlu diketahui bersama bahwa peraturan rektor dan memberikan undangan itu hal yang berbeda” tegasnya. (kik/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *